ilustrasi para siswa bermain laptop (pexels.com/panditwiguna)
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dodik Teguh Pribadi mengakui beberapa SDN di Kota Malang kesulitan mencari murid. Ia mencatatkan sebanyak 101 sekolah, jumlah ini lebih dari setengah total SD Negeri di Kota Malang yang mencapai 195 sekolah.
"Saat ini kita tunggu sampai tanggal 15 Juli (2024) saat masuk tahun ajaran baru nanti. Kita lihat pagunya mulai berkurang atau seperti apa, karena saat PPDB offline nanti anak-anak dari luar Kota Malang bisa mendaftar," ujarnya.
Dodik mengatakanjika banyak pagu tak terisi karena tidak banyak anak yang masuk zonasi sekolah. Kemudian lokasi SDN yang berdekatan antara satu dengan yang lain dalam satu wilayah juga menjadi faktor.
"Setelah KB (Keluarga Berencana) berhasil sehingga orang tidak punya banyak anak. Kemudian ada banyak sekolah yang berdekatan, sehingga mereka mencari sekolah yang menurut mereka baik," pungkasnya.