Suasana Pelabuan Ketapang, Banyuwangi, Rabu pagi (1/1). (IDN Times/Mohamad Ulil Albab IDN Times/Mohamad Ulil Albab)
Menurutnya, tanggung jawab pencegahan virus corona di kawasan penyeberangan Ketapang-Gimimanuk tidak hanya dibebankan kepada otoritas pelabuhan. Tapi juga butuh sinergitas dari semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Dari pengelola pelabuhan ini tidak berdiri sendiri, karena ini kan permasalahan nasional. Sudah ada gugus penanganan Covid-19 dan sudah ada surat SK dari bupati terkait pembentukan tim posko, jadi harus menjadi tugas kita bersama," paparnya.
Terkait sulitnya disinefktan, pihaknya sudah mengajukan ke BNPB maupun dinas kesehatan Banyuwangi. Penyemprotan di posko dibutuhkan selama menyambut arus jelas Hari Nyepi. Pihaknya juga mengaku bahwa tenaga yang bertugas untuk menyemprot disinfektan selama 24 jam masih terbatas.
"Kami juga terbatas SDM, kalau mau kerja 24 jam kan butuh tenaga kan, dan harapan saya ada posko di sini yang tidak hanya menyambut nyepi saja, karena sebenarnya kita tidak hanya bicara (antisipasi penyebaran corona) saat Nyepi. Kalau Nyepi menghentikan kapal, tapi ini kan kita bicara penyebaran, artinya tidak hanya saat Nyepi," paparnya.