Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran Kimia Farma Diponegoro Dipastikan karena Korsleting Listrik
Kebakaran Kimia Farma Diponegoro, Rabu (5/4/2023). ,(IDN Times/Khusnul Hasana).

Surabaya, IDN Times - Kebakaran yang terjadi di apotek Kimia Farma Diponegoro Surabaya, Rabu (5/4/2023) dipastikan karena adanya hubungan pendek arus listik atau korsleting. "Dugaan sementara korsleting, karena gak ada aktivitas masak atau apa gak ada dapur apa, (titik api) lokasi tengah, dari Apotek," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dam Penyelamat (DPKP) Kota Surabaya, Dedik Irianto di lokasi. 

Dedik menyebut, proses pemadaman api membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini karena bangunan tersebut merupakan bangunan lawas. Hingga pukul 14.20 WIB, petugas masih melakukan pembasahan. Menurut dia, nyala api pada atap bangunan masih terlihat karena terbuat dari kayu. 

"Jadi atap-atap dari kayu yang awet kalau kebakar itu. Bangunan di depan runtuh semua dari atas sampai bawah. Di samping itu masih gak terbakar masih terselmaatkan, bangunan baru belakag sisi selatan (tidak terbakar)," kata dia. 

Pihaknya pun menerjunkan 18 unit mobil damkar dan dua unit mobil bronto dibantu dengan mobil tangki dari DLH. 

Sementara, Manager Bisnis Kimia Farma Dudi mengatakan, berdasarkan pantauannya, ada tiga ruangan yang mengalami kerusakan, yakni ruangan apotek, ruang praktik dokter dan laundry. 

"Di belakang ada area kantor klinik, yang terbakar di apotek. Kalau total ruangan ada lima," jelasnya. 

Dudi menjelaskan, saat kejadian pegawai apotek sedang meracik obat. Mereka tiba-tiba melihat asap dari plafon. Kemudian, para pegawai itu pun memanggil PMK. 

"Yang bertugas ada 6 (orang), selamat semua. Tidak ada yang terluka. Shock saja," terangnya. Untuk kerugian, ia masih belum bisa memastikan. Nantinya pihak asuransi akan menghitung kerugian tersebut

Editorial Team