Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan Jawa Timur (Jatim) belum sepenuhnya terkendali. Kepulan asap dan titik api masih terpantau di kawasan Gunung Bromo, Gunung Sigiran di Mojokerto, Gunung Ringgit di Pasuruan, hingga Tamankursi di Situbondo. Tim gabungan terus melanjutkan pemantauan dan upaya pemadaman di lokasi yang dapat dijangkau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa penanganan karhutla menghadapi sejumlah kendala. Di kawasan Bromo, angin kencang membuat api cepat meluas. Sementara di beberapa lokasi lain, medan terjal dan titik api yang sulit dijangkau menghambat pemadaman secara langsung.
Di kawasan Bromo, kebakaran yang mulai terpantau pada Kamis (15/10/2026) telah membakar lahan seluas 75,37 hektare. Api tersebar di sejumlah titik, antara lain Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, serta kawasan Gunung Ringgit dan Blok Kesiman di wilayah Pasuruan.
"Berdasarkan laporan terbaru, kepulan asap dan api berukuran cukup besar masih terlihat. Tim gabungan akan melanjutkan penanganan untuk mengendalikan kebakaran dan mengantisipasi perluasan area terdampak," ujarnya kepada IDN Times, Senin (19/10/2026).
Ancaman serupa juga muncul di Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Titik api yang pertama terpantau pada Selasa (13/10/2026) masih terlihat. Petugas belum dapat menjangkau seluruh lokasi secara manual karena medan yang curam.
"Tim gabungan dari BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Mojokerto, Tahura Raden Soerjo, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat melanjutkan pemantauan. Pemadaman manual dilakukan pada area yang bisa dijangkau melalui jalur darat, disertai pembuatan ilaran dan sekat bakar untuk menghambat pergerakan api," terang Satriyo.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, juga masih dalam penanganan. Titik api masih terpantau di kawasan Arjuno-Welirang. Petugas gabungan melanjutkan asesmen, pemadaman manual di area yang memungkinkan, serta pembuatan sekat bakar.
"Penyebab kebakaran masih diselidiki," ucap Satriyo.
Di Situbondo, titik panas terpantau di kawasan Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang. Berdasarkan pemantauan melalui sistem SIPONGI, terdapat tiga titik panas di wilayah kabupaten tersebut dalam laporan yang diterima BPBD. Lokasi yang terjal dan sulit dijangkau membuat tim gabungan melanjutkan pemantauan jarak jauh serta berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
Satriyo menyebut, upaya penanganan terus dilakukan bersama unsur terkait. Petugas memprioritaskan pemadaman di area yang dapat dijangkau sekaligus memantau titik api yang berpotensi meluas.
Adapun luas lahan terbakar di Mojokerto, Pasuruan, dan Situbondo masih dalam pendataan. BPBD bersama tim gabungan terus memperbarui asesmen dan memantau perkembangan di lapangan.
