Hanifah curhat Pasar Besar kian sepi karena TikTok Live. (TikTok/@TantriHanif)
Ketika disinggung terkait aplikasi apa yang paling meresahkan mereka, Hanifah menjelaskan jika sejak ada TikTok Live para pembeli mulai sepi ke Pasar Besar Kota Malang. Padahal menurutnya dagangan mereka tidak terlalu terdampak meskipun muncul e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, sampai Lazada.
"Padahal dulu tidak terlalu berdampak meskipun sudah ada Shoope, Lazada, atau Tokopedia. Tapi sejak ada TikTok Live itu benar-benar membuat pengunjung drop sampai 60 persen lebih," bebernya.
Tidak hanya itu, dulu biasanya banyak pembeli yang datang ke tokonya untuk menjual lagi pakaian darinya, ia biasanya bisa meraup untung Rp5 juta sampai Rp20 juta dari mereka. Kini jumlah pembeli yang mencari pakaian untuk dijual kembali juga berkurang, kini keuntungan dari mereka hanya Rp4 juta sampai Rp5 juta saja.
Ia sempat bertanya pada pembeli yang biasanya mencari pakaian untuk dijual kembali, menurutnya mereka kini membeli pakaian secara daring. Mereka kini bisa membeli langsung ke Jakarta, tidak perlu membeli di Kota Malang lagi.
Ia mengatakan jika membeli dari aplikasi TikTok Live bisa lebih murah karena mendapatkan subsidi gratis ongkos kirim, sehingga lebih mudah dan bisa memesan dari rumah. Sementara membeli ke pasar langsung bisa lebih mahal dan mengeluarkan biaya lagi untuk bensin juga.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah mulai turun tangan untuk meningkatkan lagi gairah di Pasar Besar Kota Malang. Ia juga berharap bisa mendapatkan pelatihan e-commerce agar bisa ikut berjualan secara online juga.
"Harapan kami agar Pasar Besar lebih dibangkitkan lagi, sehingga banyak yang ke sini lagi. Saya melihat para pedagang kasihan karena sepi pembeli. Kalau mau berjualan online, bagaimana dengan yang sudah sepuh-sepuh karena pasti mereka gaptek (gagap teknologi)," jelasnya.