Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KAI Daop 8 Surabaya Catat 21 Kecelakaan Terjadi Sepanjang 2025
Ilustrasi kecelakaan kereta api dan mobil. (IDN Times/istimewa)

  • KAI Daop 8 Surabaya mencatat 21 kecelakaan sebidang terjadi sepanjang tahun 2025, menurun dari 26 kasus pada tahun 2024.

  • KAI melakukan 155 kegiatan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api di sekolah, komunitas pecinta kereta api, dan titik perlintasan sebidang.

  • Pemasangan ratusan banner keselamatan dan penutupan 29 perlintasan sebidang liar dilakukan untuk mencegah kecelakaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 21 kecelakaan sebidang terjadi sepanjang tahun 2025, sejak Januari hingga Oktober. Berbagai hal pun dilakukan KAI untuk menurunkan angka kecelakanaan sebidang

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, angka kecelakaan pada tahun 2025 munurun jika dibanding tahun 2024. Tahun 2024, angka kecelakaan perlintasan mencapai 26 kasus. "Angka kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Daop 8 Surabaya menurun signifikan sebesar 19,2 persen, yakni 21 kasus dibanding 26 kasus pada periode yang sama tahun 2024," ujar Luqman, Sabtu (15/11/2025).

Luqman menuturkan, menurunkan angka kecelakanaan, KAI Daop 8 Surabaya telah telah melaksanakan 155 kegiatan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, yang meliputi sosialisasi di 37 sekolah, 6 komunitas pecinta kereta api dan warga, serta 112 titik perlintasan sebidang.

Selain itu, berbagai langkah pendukung juga dilakukan, seperti pemasangan ratusan banner keselamatan dan penutupan 29 perlintasan sebidang liar yang dinilai berpotensi membahayakan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan kolaborasi dan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa disiplin dan kewaspadaan saat melintas di jalur kereta api adalah kunci utama untuk mencegah kecelakaan,” ungkapnya.

Selain memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan pelajar, KAI Daop 8 Surabaya juga aktif mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta memastikan aman sebelum melintas di perlintasan sebidang. Pesan keselamatan ini turut disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

“KAI bersyukur tren kecelakaan di perlintasan sebidang menunjukkan penurunan. Namun, kami tetap mengajak seluruh pihak untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Luqman.

Melalui berbagai langkah edukatif dan preventif tersebut, KAI Daop 8 Surabaya berharap masyarakat memiliki kesadaran pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang terus meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat terus ditekan dan perjalanan kereta api berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.

Editorial Team