Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20251128-WA0116.jpg
Penumpang kereta saat minum menggunakan Tumbler. (Dok. KAI Daop 8 Surabaya)

Intinya sih...

  • KAI Daop 8 Surabaya menemukan 197 tumbler ketinggalan sepanjang tahun 2025

  • 24 tumbler telah diambil kembali, sementara 173 tumbler masih tersimpan aman menunggu pemiliknya

  • KAI mengimbau penumpang membawa tumbler sendiri untuk mengurangi sampah plastik dan telah menyediakan water stasion di setiap stasiun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mencatat sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menemukan 197 tumbler atau botol minum milik penumpang yang ketinggalan. Sebagaian dari tumbler tersebut sudah dikembalikan ke pemiliknya, sebagian lagi tak dicari.

Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, tumbler menjadi salah satu barang yang paling sering tertinggal di area stasiun maupun kereta.

"Layanan Lost and Found Daop 8 mencatat 197 tumbler ditemukan. Dari jumlah tersebut, 24 tumbler telah diambil kembali, sementara 173 tumbler masih tersimpan aman menunggu pemiliknya," ujar Luqman, Sabtu (29/11/2025).

Data ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan agar penumpang selalu memastikan kelengkapan barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun. KAI menerapkan mekanisme penanganan barang hilang yang terstruktur dan mudah diakses penumpang.

Bila penumpang mengalami kehilangan bisa melapor ke petugas stasiun. Lalu, petugas akan melakukan pengecekan daftar barang temuan di layanan Lost and Found. Kemudian, jika barang sesuai ditemukan, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.

"Kami mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya. Jika ada barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” ujar Luqman.

Luqman menyebut, KAI memang mengimbau penumpang membawa tumbler sendiri untuk mengurangi sampah plastik, terlebih di setiap stasiun juga telah disediakan water stasion. Melalui fasilitas ini, penumpang dapat mengisi ulang air minum secara mandiri menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta. Selain lebih hemat dan praktis, pengisian ulang ini membantu mengurangi sampah botol plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan. Akan tetapi, pihaknya selalu mengingatkan penumpang untuk tak lupa dengan tumbler bawaan mereka.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Langkah kecil ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik," pungkas dia.

Editorial Team