Blitar, IDN Times - Jumlah mahasiswi Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Blitar yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen diperkirakan mencapai belasan orang. Namun dari jumlah tersebut hanya lima korban yang melapor ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di kampus. Sisanya belum melaporkan kasus tersebut diduga karena takut.
Jumlah Korban Dugaan Pelecehan Seksual di UNU Blitar Mencapai Belasan

1. Sejumlah korban menolak pendampingan dan memilih tidak melapor
Pendamping korban dari Komisariat PMII UNU Blitar, Ahmad Kafi mengatakan saat ini terdapat 5 korban yang telah didampingi untuk melapor. Diperkirakan jumlah korban mencapai belasan hingga 20 orang. Namun mereka masih belum melapor.
"Tidak semua korban berkenan kami dampingi dalam kasus ini, saat ini kami mendampingi 5 korban dan telah melapor ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di kampus," ujarnya, Senin (11/5/2026).
2. Korban mengalami trauma berat dan memilih cuti 1 semester
Persitiwa pelecehan seksual ini membuat kondisi psikis korban terganggu. Beberapa korban merasa trauma dan malu usai menjadi dilecehkan dalam ruang kuliah. Bahkan terdapat korban yang mengalami trauma berat sehingga memutuskan cuti selama satu semester.
“Korban ini trauma karena dulu juga mengalami kasus yang sama dan terulang lagi, bahkan ada juga yang sampai satu semester itu tidak masuk kuliah,” tuturnya.
3. Berharap sanksi berat kepada oknum dosen
Kafi berharap pihak kampus memberi sanksi tegas kepada oknum dosen tersebut. Mereka akan melakukan audiensi dengan kampus terkait kasus ini. Para mahasiswa meminta kampus untuk memberhentikan dan tidak memberi kesempatan kepada oknum dosen untuk mengajar kembali.
“Harapan kami cuma itu agar yang bersangkutan diberhentikan dan tidak mengajar di kampus lagi,” tegas pungkasnya.