Magetan, IDN Times – Niat hati ingin menambah penghasilan untuk persiapan Lebaran, pria di Magetan ini harus mengalami nasib apes. Pria yang bekerja di proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, harus menerima kenyataan pahit setelah jarinya remuk terjepit mesin molen saat bekerja.
Korban diketahui bernama Suratni (39). Ia mengalami kecelakaan kerja pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saat mengoperasikan alat pengaduk semen di lokasi pembangunan.
Akibat insiden tersebut, Suratni langsung dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Tulang jarinya dilaporkan remuk akibat terjepit mekanisme mesin molen.
“Seperti biasa saya ikut kerja untuk cari uang persiapan Lebaran, mas. Pagi itu saya operasikan molen. Mungkin karena kurang hati-hati, tangan saya terjepit saat bekerja,” ujar Suratni saat ditemui di rumah sakit, Kamis (19/2/2026).
Ironisnya, kecelakaan itu terjadi saat ia baru dua hari bekerja di proyek tersebut. Selama ini, Suratni dikenal sebagai buruh serabutan. Apa pun pekerjaan yang menghasilkan upah akan ia jalani demi mencukupi kebutuhan hidup bersama orang tuanya.
“Untuk bertani saya enggak punya lahan. Jadi ikut kerja apa saja. Enggak tahu nanti biaya rumah sakit siapa yang nanggung,” ungkapnya lirih.
Saat ditanya mengenai perlengkapan keselamatan kerja, Suratni mengaku hanya mengenakan sepatu. Ia tidak menggunakan sarung tangan, helm, maupun rompi keselamatan saat mengoperasikan mesin.
“Pakai sepatu saja. Sarung tangan dan helm tidak, soalnya masih tahap pembuatan pondasi,” tambahnya.
Kini, harapan satu-satunya adalah bisa segera pulih dan kembali bekerja. Namun, luka yang dialami membuatnya harus menerima kenyataan kehilangan satu-satunya jari normal yang selama ini membantunya mencari nafkah.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya pekerja sektor informal terhadap risiko kecelakaan kerja, terlebih ketika aktivitas dilakukan dengan mesin berat dan tanpa perlindungan memadai.
