Magetan, IDN Times – Suasana sore di parkir timur Alun-Alun Magetan biasanya riuh oleh aroma makanan kaki lima. Tapi pekan ini, kesibukan itu mulai meredup. Bukan karena sepi pembeli, melainkan karena para pedagang kehabisan napas—tepatnya, kehabisan gas elpiji 3 kilogram alias si “tabung melon”. “Dapat satu tabung saja harus berebut. Harganya sudah tembus Rp28 ribu. Itu pun gak cukup, saya butuh tiga tabung buat jualan,” keluh Eko, penjual batagor, saat ditemui IDN Times, Selasa (24/6/2025).
Kelangkaan gas bersubsidi ini sudah terasa sepekan terakhir, tapi kondisi terparah terjadi tiga hari belakangan. Hampir seluruh pangkalan di dalam kota kosong. Para pedagang UMKM pun terpaksa mematikan kompor, atau meminjam tabung dari pedagang lain yang memilih tidak jualan.