Magetan, IDN Times – Kasus dugaan kekerasan terhadap bayi perempuan berusia 7 hari di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, bikin publik geram. Bayi tak berdaya itu diduga disulut korek api oleh ayah kandungnya sendiri karena diliputi rasa cemburu. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Ayah di Magetan Diduga Sulut Korek ke Bayi Berusia 7 Hari

Intinya sih...
Bayi menangis histeris, bibir dan lidah melepuh
Insiden terjadi saat ibu pergi sebentar ke kamar mandi
Keluarga yakin telah terjadi tindak kekerasan terhadap bayi
Pelaku tuding bayi bukan darah dagingnya
Suami diduga diliputi rasa cemburu dan menuduh bayi bukan anak kandungnya
Purwantini juga disebut pernah mengalami kekerasan saat masih mengandung bayi tersebut
Bayi dirawat intensif di rumah sakit
Bayi langsung d
1. Bayi menangis histeris, bibir dan lidah melepuh
Insiden bermula saat ibu korban, Purwantini (39), pergi sebentar ke kamar mandi dan meninggalkan bayinya bersama sang kakak yang masih berusia 12 tahun. Tak lama kemudian, bayi tersebut menangis histeris. Keluarga yang panik langsung memeriksa kondisi sang bayi. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati bibir dan lidah korban dalam kondisi melepuh.
Sugiyono (45), paman korban, menuturkan saat itu ayah bayi sempat mendatangi korban sebelum tangisan memilukan terdengar. “Saat ditinggal mandi ibunya, bayi ditunggui kakaknya. Lalu menangis kesakitan setelah didatangi bapaknya. Mulut dan lidahnya melepuh, diduga disulut korek api. Akhirnya dilaporkan ke polisi,” ujar Sugiyono. Kondisi tersebut membuat keluarga yakin telah terjadi tindak kekerasan terhadap bayi yang baru sepekan lahir itu.
2. Pelaku tuding bayi bukan darah dagingnya
Berdasarkan keterangan keluarga, suami Purwantini, Guritno (43), diduga diliputi rasa cemburu dan menuduh bayi tersebut bukan anak kandungnya. Ia menaruh curiga karena merasa istrinya memiliki hubungan dengan pria lain saat dirinya bekerja di bengkel motor di Tangerang. Bahkan, keluarga menyebut Guritno sempat melontarkan ancaman serius.
“Dia menuduh bayi itu bukan anaknya dan sempat mengancam akan menghabisi nyawa bayi serta pria yang dituduh dekat dengan istrinya,” ungkap salah satu anggota keluarga. Tak hanya itu, Purwantini juga disebut pernah mengalami kekerasan saat masih mengandung bayi tersebut.
3. Bayi dirawat intensif di rumah sakit
Usai kejadian, bayi malang itu langsung dilarikan ke RSIA Samudra Husada Magetan untuk mendapatkan perawatan medis. Merasa tak terima, Purwantini melaporkan suaminya ke Polres Magetan pada Minggu (15/2/2026). Polisi menyatakan telah menerima laporan dan kini tengah melakukan pendalaman.
Sejumlah warga mengecam keras dugaan aksi kekerasan tersebut. “Sangat memprihatinkan. Ini sudah menyangkut nyawa, pelaku harus dihukum,” kata Sukarni, salah satu warga. Sementara itu, terduga pelaku diketahui telah dimintai keterangan oleh penyidik, namun hingga kini belum diamankan. Aparat kepolisian beralasan masih mendalami kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang menyita perhatian masyarakat Magetan ini.