Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal Bertambah Jadi 10 Orang
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As'adul Anam. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Sebanyak 10 jemaah haji Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat selama operasional pemberangkatan 2026, sembilan di Arab Saudi dan satu di embarkasi akibat sakit jantung.
  • PPIH Embarkasi Surabaya mencatat 36.413 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci, mencapai 83 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji tahun ini.
  • Dalam proses pemberangkatan, tercatat 155 mutasi keluar dan 88 mutasi masuk untuk mengoptimalkan kursi penerbangan, sementara seluruh 96 kloter berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Jemaah haji Embarkasi Surabaya meninggal dunia bertambah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatat sebanyak 10 jemaah wafat selama masa operasional pemberangkatan haji tahun 2026, terdiri atas sembilan jemaah wafat di Arab Saudi dan satu jemaah wafat di embarkasi.

Sembilan jemaah yang meninggal di Arab Saudi adalah Kamariyah Dul Tayib (85), Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid (71), Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan.

Kemudian, Fajar Puja Sasmita (53), Kloter 11 asal Kota Malang, Sibiatun Saji (72), Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan. Lalu Mustika Rajim D (75), Kloter 47 asal Kabupaten Gresik, Suyono Reso (58), Kloter 62 asal Kabupaten Jombang.

Dumaiyah Gopur (67), Kloter 6 asal Kabupaten Pasuruan, Asraf Sudam (65), Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo dan Tarni Talikah Kastamun (66), Kloter 55 asal Kabupaten Sidoarjo

Sementara itu, satu jemaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmini (56) kloter 43 asal Kabupaten Gresik. Tinj meninggal akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.

“Atas nama PPIH Embarkasi Surabaya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur Ketua PPIH Surabaya, Mohammad As’adul Anam.

Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 13 orang. Rinciannya terdiri atas 10 jemaah kategori sakit, 1 pendamping jemaah, dan 2 jemaah kategori lain yang masih menunggu proses keberangkatan lanjutan.

PPIH Surabaya mendapat per 17 Mei 2026 pukul 09.30 WIB, sebanyak 36.413 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 83 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

“PPIH terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik layanan transportasi, akomodasi, kesehatan, maupun penerbangan agar seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, aman, dan tepat waktu. Kondisi kesehatan jemaah juga terus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Dalam dinamika operasional pemberangkatan, tercatat sebanyak 155 mutasi keluar. Mutasi tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 34 jemaah sakit di RS Haji, 2 jemaah hamil di Asrama Haji, 16 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 35 jemaah tunda dari daerah, 3 jemaah tunda melalui skema Mecca Route, 37 praman kosong, 1 jemaah sakit di perjalanan, 2 perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan keterisian kursi penerbangan, PPIH melakukan mutasi masuk sebanyak 88 jemaah yang terdiri atas 30 jemaah dari daftar belum berkloter dan 58 jemaah dari perpindahan kloter lain. Hingga saat ini, jumlah open seat tercatat sebanyak 67 kursi.

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seluruh 96 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan.

Editorial Team