Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Natal dan Tahun Baru, Dirut PT KAI Sidak Stasiun Madiun
IDN Times/Nofika Dian

Madiun, IDN Times - Menjelang masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro melakukan inspeksi ke wilayah Daop 7 Madiun, Kamis (13/12). Kegiatan itu dijalankan untuk mengecek persiapan sejumlah stasiun menghadapi operasi angkutan yang dijadwalkan selama 18 hari, sejak 20 Desember hingga 6 Januari.

Sejumlah fasilitas di stasiun dicek, seperti layanan kesehatan, posko pelayanan pelanggan, dan toilet. Prasarana rel juga dilihat kondisinya untuk memastikan tingkat kelayakannya sebelum peningkatan penumpang berlangsung. "Penumpang akan membludak. Maka, petugas hari selalu ada di stasiun untuk memberikan pelayanan," kata Edi ketika berkunjung ke Stasiun Madiun.

1. Satu kereta tambahan diberangkatkan dari Daop 7 Madiun

IDN Times/Nofika Dian

Pada momentum tahunan ini jumlah penumpang diprediksi naik 4 persen atau mencapai 269.650 orang. Mereka berangkat maupun tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Untuk dapat menampungnya, PT KAI menambah 10 perjalanan kereta.
"Satu di antaranya berangkat dari Daop 7 Madiun. Untuk (kereta tambahan) yang lain hanya melintas (di wilayah Daop 7 Madiun)," Edi menjelaskan.

Kereta tambahan itu adalah Brantas. Kereta kelas ekonomi ini memiliki relasi Stasiun Blitar yang merupakan wilayah Daop 7 Madiun menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan sebaliknya. Sedangkan kereta lainnya, seperti Gajayana relasi Gambir, Jakarta - Malang dan sebaliknya; Sancaka relasi Yogyakarta - Gubeng, Surabaya dan sebaliknya

2. Titik rawan bencana juga dicek

IDN Times/Nofika Dian

Menurut Edi, ada dua kategori rawan di sepanjang jalur kereta api, yakni karena faktor alam yang meliputi banjir dan tanah longsor. Selain itu, faktor non alam di antaranya perlintasan sebidang yang rawan terjadi kecelakaan. Juga, beberapa titik rawan pelemparan kereta oleh pihak tak bertanggungjawab. "Titik-titik rawan harus dijaga dengan sangat ketat karena arus lalu lintas (kereta) lebih banyak," ujar dia.

3. Ada 92 kereta melintas di Daop Madiun selama libur Natal dan Tahun Baru

IDN Times/Nofika Dian

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan jumlah kereta yang melintasi wilayah kerjanya sebanyak 92 perjalanan. Jumlah itu belum termasuk perjalanan kereta barang. Sedangkan pada hari hari biasa jumlah perjalanan kereta tercatat sebanyak 82 atau terjadi penambahan 10 perjalanan kereta. 

Sedangkan titik rawan bencana ada delapan, seperti jalur antara Wilangan - Saradan, Garum - Blitar, Madiun - Barat, Barat - Geneng, Geneng - Papar, dan Baron - Sukomoro. Upaya untuk menanggulangi banjir dan tanah longsor telah disiapkan, yakni dengan menyiagakan petugas tambahan di sekitar daerah rawan bencana tersebut.

"AMUS (alat material untuk siaga) sudah kami siapkan di stasiun besar dan kecil," kata Ixfan.

Editorial Team