Surabaya, IDN Times - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan stok hewan kurban di wilayahnya dalam kondisi aman, sehat, dan bahkan surplus. Di tengah kenaikan harga sapi hingga Rp10 juta per ekor, minat masyarakat untuk berkurban justru disebut meningkat dibanding tahun lalu.
“Jadi cukup, aman dan sehat saya rasa harus disampaikan ke publik bukan hanya untuk Jawa Timur tapi juga di luar Jawa Timur,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Data Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Jatim mencatat total ketersediaan ternak kurban tahun ini mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah itu terdiri dari 629.119 sapi, 940.693 kambing, 484.468 domba, dan 1.698 kerbau.
Sementara kebutuhan hewan kurban Idul Adha 2026 di Jawa Timur diperkirakan hanya sekitar 427.060 ekor. Artinya, stok ternak di Jatim jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
“Jumlah ternak kurban di Jawa Timur tersedia mencukupi kebutuhan ternak kurban sapi, kambing dan domba,” katanya.
Di sisi lain, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan laporan yang diterima Khofifah dari lapangan, harga sapi hidup naik sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya. Sementara harga berdasarkan bobot hidup juga naik sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Meski harga melonjak, penjualan hewan kurban justru disebut mengalami peningkatan. Fenomena ini dinilai menjadi sinyal kuat tingginya antusiasme masyarakat untuk tetap berkurban di tengah tekanan ekonomi.
“Saya menyampaikan terima kasih para peternak memiliki semangat yang luar biasa dan apalagi kalau terkonfirmasi bahwa tingkat penjualannya tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, harga kambing dan domba mulai stabil setelah sempat bergejolak pada akhir 2025 hingga awal 2026. Hewan kurban jenis ini masih menjadi favorit masyarakat dengan kisaran harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.
Kemudian untuk memastikan hewan kurban aman dikonsumsi, Pemprov Jatim menyiagakan ribuan petugas pemeriksa hewan di seluruh daerah. Total ada 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal bersertifikat yang diterjunkan menjelang Iduladha.
Selain pemeriksaan ante mortem dan post mortem, seluruh ternak kurban juga dipastikan telah melalui vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan rutin guna mencegah penyebaran penyakit hewan.
“Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur,” pungkas Khofifah.
