Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menyusul momentum Lebaran 2026 yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Pelabuhan tersebut menjadi perhatian khusus karena banyak warga Jawa Timur yang bekerja di Bali memilih pulang kampung saat periode tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, mengatakan pergerakan penumpang diprediksi meningkat signifikan, terutama rute penyeberangan menuju wilayah kepulauan. “Pelabuhan Jangkar menjadi perhatian khusus karena saat Nyepi banyak warga Jawa Timur yang bekerja di Bali pulang kampung,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Saat ini, armada yang tersedia di Pelabuhan Jangkar terdiri dari dua kapal tujuan Bawean serta satu kapal tujuan Gili Iyang dan sekitarnya. Namun, melihat potensi lonjakan penumpang, Pemprov Jatim menyiapkan langkah tambahan.
Nyono mengungkapkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah mengusulkan penambahan tiga kapal dengan kapasitas minimal 250 orang per kapal. Jika terealisasi, tambahan tersebut akan menambah daya angkut sekitar 750 penumpang per hari selama masa angkutan Lebaran.
“Tadi Ibu Gubernur mengusulkan tambahan tiga kapal dengan kapasitas minimal 250 orang per kapal. Sehingga ada tambahan sekitar 750 penumpang per hari selama masa angkutan Lebaran,” jelasnya.
Selain penambahan armada reguler, Pemprov Jatim juga menyiapkan program angkutan laut gratis untuk membantu masyarakat. Program tersebut dijadwalkan berlangsung sebanyak enam kali pelayaran mulai 8 Maret 2026. “Untuk mendukung kelancaran dan membantu masyarakat, akan ada program angkutan laut gratis sebanyak enam kali pelayaran mulai 8 Maret, dengan total kapasitas sekitar 3.000 orang,” tambah Nyono.
Menurutnya, kebijakan ini diharapkan mampu mengurai potensi penumpukan penumpang serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pekerja migran domestik yang hilir mudik antara Jatim dan Bali.
Dishub Jatim juga akan berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan instansi terkait guna memastikan kesiapan teknis, keselamatan pelayaran, serta pengaturan jadwal keberangkatan agar distribusi penumpang tetap terkendali.
