Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260215-0025.jpg
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Dubes Uzbekistan, Oybek Eshonov. Dok. Pemprov Jatim.

Intinya sih...

  • Gubernur Jatim menjajaki kerja sama sister province dengan Samarkand, kota tertua di Asia Tengah.

  • Kerja sama mencakup bidang perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan penguatan jejaring masyarakat.

  • Nilai ekspor nonmigas Jatim ke Uzbekistan mencapai USD 9,36 juta pada Januari–Oktober 2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menjajaki peluang kerja sama sister province antara Jatim dan Samarkand, kota tertua di Asia Tengah yang merupakan terbesar kedua di Uzbekistan.

Kedua pihak membahas rencana penandatanganan kerja sama sister province yang mencakup bidang perdagangan, pendidikan, kebudayaan, serta penguatan jejaring masyarakat.

“Beliau menyampaikan harapan kemungkinan kita bisa melakukan penandatanganan kerja sama sister province antara Jawa Timur dengan Samarkand,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, Pemprov Jatim saat ini tengah menempuh proses administrasi dan perizinan sesuai ketentuan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan.

Setelah tahapan tersebut rampung, protokol kerja sama akan ditandatangani dan diajukan untuk memperoleh persetujuan DPRD Jatim. Rencananya, penandatanganan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jatim pada 4–7 April 2026.

Selain kerja sama ekonomi, Khofifah menekankan adanya kedekatan historis dan spiritual antara Jatim dan Samarkand. Ia menyebut banyak kalangan pesantren di Jatim melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand karena kajian hadis yang berkembang di pesantren.

“Jawa Timur dan Samarkand punya hubungan spiritual dan keagamaan yang erat. Bahkan saat ini rombongan Pesantren Ploso Kediri dipimpin Kyai Nurul Huda sedang berada di Samarkand,” jelasnya.

Khofifah juga menyebut salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, diyakini berasal dari wilayah Asia Tengah, termasuk Samarkand, sehingga memperkuat ikatan historis dan kultural kedua wilayah.

Dari sisi perdagangan, hubungan Jatim dan Uzbekistan menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–Oktober 2025, nilai ekspor nonmigas Jatim ke Uzbekistan mencapai USD 9,36 juta. Komoditas utama meliputi lemak dan minyak nabati, makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.

Sementara itu, impor Jatim dari Uzbekistan tercatat sebesar USD 43,06 juta, dengan komoditas utama berupa pupuk yang mendukung sektor pertanian di Jatim.

Dubes Oybek Eshonov menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemprov Jatim mempererat hubungan kedua wilayah. Ia berharap kerja sama sister province dapat memberi manfaat konkret bagi masyarakat di kedua daerah.

“Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kedua belah pihak dan mempererat hubungan kami,” pungkasnya.

Editorial Team