Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jatim Kantongi Cadangan Energi hingga 20 Hari Jelang Lebaran
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus jaga pasokan BBM dan LPG selama hari raya (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Pemprov Jatim memastikan stok BBM dan LPG aman hingga Idul Fitri 2026, dengan cadangan energi rata-rata di atas batas minimal untuk menghadapi lonjakan konsumsi masyarakat.
  • Distribusi energi dijaga lewat pemantauan rutin bersama Pertamina, didukung 1.482 SPBU, 900 Pertashop, 1.296 agen LPG, serta Satgas RAFI yang disiagakan selama masa puncak Lebaran.
  • Rasio elektrifikasi Jatim telah mencapai 99 persen dan ditargetkan penuh pada 2026 melalui program listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin senilai Rp7,89 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan stok energi di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang puncak konsumsi Ramadan hingga Idul Fitri 2026. Ketersediaan BBM dan LPG disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan saat terjadi lonjakan permintaan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Aris Mukiyono menegaskan bahwa kondisi stok energi di Jatim masih dalam batas aman, baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi.

"Kami pastikan stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Berdasarkan proyeksi distribusi energi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, ketahanan stok BBM di Jatim berada pada level aman dengan rata-rata cadangan (coverage days) bervariasi di atas batas minimal.

Stok Pertalite tercatat memiliki ketahanan sekitar 8 hingga 12 hari, Pertamax 8,5 hingga 16 hari, serta Solar/Biosolar 4,1 hingga 9,3 hari.

Sementara itu, untuk jenis BBM non-subsidi lainnya, Pertamina Dex memiliki ketahanan stok sekitar 9 hingga 15 hari dan Pertamax Turbo berkisar 3,9 hingga 10,5 hari. Adapun untuk Avtur berada di kisaran 9 hingga 20 hari dan minyak tanah (kerosene) sekitar 4,4 hingga 15,3 hari.

Di sektor LPG, ketersediaan juga dipastikan aman dengan ketahanan stok mencapai 7,8 hingga 16,7 hari. Angka tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan.

Aris menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan berkala bersama Pertamina dan stakeholder terkait guna memastikan distribusi energi berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kami terus mengecek stok secara rutin bersama penyalur agar layanan energi kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.

Untuk mendukung distribusi, Jatim ditopang infrastruktur energi yang luas, meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, Satuan Tugas RAFI juga disiagakan untuk memastikan kelancaran pasokan hingga masa puncak Lebaran.

“Kebutuhan energi di Jawa Timur cukup besar, sehingga distribusi harus dijaga agar tetap lancar dan merata,” tegasnya.

Selain menjaga pasokan, Pemprov Jatim juga memperkuat ketahanan energi melalui sektor kelistrikan. Saat ini, rasio elektrifikasi telah mencapai 99 persen dan ditargetkan menembus 100 persen pada 2026.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin dengan anggaran Rp7,89 miliar. “Ketahanan energi tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga akses. Kami ingin seluruh masyarakat bisa merasakan manfaat energi secara merata,” pungkas Aris.

Editorial Team