Situbondo, IDN Times - Pengembangan wisata terus dilakukan pemerintah, baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim). Terbaru, peresmian Pendopo Pate Alos Besuki oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjadi penanda dimulainya pengembangan Besuki sebagai kawasan wisata sejarah berbasis Kota Tua dan cagar budaya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menargetkan kawasan bersejarah tersebut menjadi destinasi edukatif yang menghidupkan kembali jejak peradaban Besuki di kawasan Tapal Kuda.
Menurut Fadli Zon, usia bangunan yang telah melampaui 220 tahun ini justru menjadi kekuatan utama jika dikelola dengan baik. Secara fisik, bangunan tersebut dinilai memenuhi syarat untuk difungsikan sebagai museum.
"Kalau kita lihat secara fisik, bangunan ini sangat layak menjadi suatu museum,” ujarnya.
Pendopo Pate Alos yang diresmikan Minggu (25/1/2026) ini merupakan bangunan bersejarah yang merepresentasikan kepemimpinan lokal Besuki pada abad ke-18. Nama pendopo diambil dari tokoh Kiai Pate Alos atau Raden Bagus Kasim Wirodipuro, Patih pertama Besuki.
Fadli mendorong agar Gedung Eks Karesidenan Besuki menghadirkan narasi utuh tentang perjalanan Karesidenan Besuki, mulai dari masa kolonial hingga perannya dalam pembentukan wilayah Tapal Kuda saat ini.
"Ini bisa menjadi pusat budaya, pusat edukasi, pusat belajar, bahkan pusat kegiatan-kegiatan seni yang ada di Situbondo,” kata dia.
Ia menegaskan, secara prinsip bangunan tersebut memang semestinya difungsikan sebagai museum karena tingkat keasliannya masih tinggi. Struktur ruang, tinggi bangunan, hingga atmosfer heritage dinilai masih terjaga.
"Keasliannya masih ada, auranya masih kelihatan sebagai bangunan heritage,” ungkapnya. “Kalau menjadi cagar budaya nasional, tentu bisa kita manfaatkan dan kembangkan sesuai amanat UUD,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, revitalisasi Pendopo Pate Alos menjadi titik awal pengembangan Wisata Kota Tua Besuki, dengan pendekatan pelestarian sejarah, edukasi budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.
"ini ikhtiar bersama untuk bangkit, menjaga warisan sejarah, dan menata masa depan Besuki dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan,” kata Rio.
