Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20260120_100302.jpg
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sosialisasi talenta digital. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Intinya sih...

  • Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, siapkan 1.330 tendik untuk menjadi lumbung talenta digital nasional.

  • Komitmen kuat dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

  • Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional diarahkan untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Jatim menjadi lumbung talenta digital nasional dengan memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang diikuti 1.330 tenaga kependidikan di Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Surabaya, Selasa (20/1/2026). Dari jumlah tersebut, 190 peserta mengikuti secara luring dan 1.140 peserta mengikuti secara daring.

Khofifah menyatakan Jatim memiliki modal strategis untuk berkontribusi besar dalam penguatan talenta digital nasional, mulai dari jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, hingga dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional,” ujar Khofifah.

Menurutnya, percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma pembangunan, di mana pendidikan tidak lagi ditempatkan sebagai sektor pendukung, melainkan sebagai instrumen utama transformasi bangsa.

Khofifah menilai Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional merupakan langkah strategis jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan dan inklusif, mulai dari pendidikan dasar hingga dunia kerja.

Program ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan ekonomi berbasis pengetahuan. “Pengembangan talenta digital bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang adaptif, kritis, dan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, juga mendorong transformasi pendidikan agar tidak lagi berfokus pada hafalan, melainkan pada pembelajaran mendalam yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital.

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan dan pembangunan daerah. Talenta digital yang disiapkan juga dituntut beretika, berintegritas, dan berkarakter Pancasila.

“Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berdampak. Dari pendidikan yang berdampak inilah kita menyiapkan talenta digital unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, sosialisasi ini merupakan yang pertama kali digelar di Indonesia. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan peran pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan.

“Melalui program ini, kemampuan dunia pendidikan di Jawa Timur akan semakin tajam dalam digitalisasi. Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang kerja bagi peserta didik akan semakin terbuka sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri,” pungkas Aries.

Editorial Team