Surabaya, IDN Times – Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, mengungkapkan peluang penambahan kuota haji untuk Jawa Timur dalam kunjungannya ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, usai bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Minggu (17/11/2025) malam.
Irfan menyebut bahwa penambahan kuota untuk Jawa Timur mencapai sekitar 7.000 jemaah, sesuai ketentuan regulasi. Ia menegaskan bahwa penambahan tersebut merupakan pembagian dari kuota nasional, bukan tambahan dari pemerintah Arab Saudi.
“Penambahan kira-kira sekitar 7.000-an, itu sesuai dengan undang-undangnya. Secara nasional tidak dapat nambah, ini hanya bagian pembagian kuota nasional sesuai aturan undang-undang,” tegasnya.
"Penambahan yang 7.000 tadi untuk Jawa Timur. Secara nasional, tidak dapat nambah, ini hanya bagian pembagian kuota nasional sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku. Jadi 42.000 itu sudah ditambah 7.000," imbuh Irfan.
Di sisi lain, Irfan juga menyinggung soal isu umrah mandiri yang ramai dibicarakan publik. Ia menyebut bahwa secara teknis memungkinkan, namun praktik di Indonesia belum siap.
“Secara teknis dan teori bisa, tapi praktiknya di Indonesia masih belum bisa. Karena masih harus melalui beberapa tahapan dan hati-hati,” pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Jatim Bakal Dapat Tambahan 7.000 Kuota Haji

Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf saat bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Grahadi. Dok. Pemprov Jatim.
Curated For You
- APBD Jatim 2026 Disahkan, Pendapatan Anjlok Rp9 T Akibat Regulasi16 Nov 2025, 15:48 WIB
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin
Related Article
Demo Portal Bendungan Lahor Memanas01 Agu 2026, 12:25 WIB
Kemarau Landa Ngawi, Warga Gali Dasar Sungai demi Dapat Air Bersih01 Agu 2026, 12:23 WIB
206 Pelaku Pencurian Dibekuk Polda Jatim Sepanjang Juli 202601 Agu 2026, 10:29 WIB
Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi AI untuk Bahasa Isyarat 01 Agu 2026, 10:26 WIB
Guru Ngaji di Malang Dilaporkan karena Diduga Cabuli Empat Santri Laki-laki01 Agu 2026, 09:13 WIB
Polisi Selidiki Video Mesum Sesama Jenis di Sungai Brantas, Minta Tak Disebar01 Agu 2026, 08:35 WIB
Korupsi Pengadaan Barang, Eks Dispendik Jatim Divonis 10 Tahun Penjara31 Jul 2026, 23:08 WIB
Soal Anak Diduga Ditelantarkan Ayah, Pemkot Surabaya: Belum Terbukti31 Jul 2026, 20:03 WIB
Polisi Janji Usut Tuntas Kasus Pembacokan Diduga DC di Surabaya31 Jul 2026, 20:00 WIB
LBH Legundi Bekali Warga Surabaya Literasi Hukum Cegah KDRT31 Jul 2026, 19:57 WIB
Demo Pesilat yang Sempat Memanas di Surabaya Berakhir Kondusif31 Jul 2026, 18:31 WIB
Kelompok Pesilat Demo di Depan Polrestabes Surabaya, Ini Tuntutannya31 Jul 2026, 15:30 WIB
1.839 Personel Bersiaga Amankan Aksi Damai PSHT di Markas DC Surabaya31 Jul 2026, 11:40 WIB
Anak 5 Tahun di Surabaya Diduga Ditelantarkan Ayah Hingga Ngemis31 Jul 2026, 10:46 WIB
Tiket Laga Persebaya Lawan Penang FC Mulai Dijual 31 Jul 2026, 10:43 WIB
Massa PSHT akan Gelar Aksi Damai, Tuntut Pembacokan Rekan Mereka30 Jul 2026, 19:33 WIB
Tersangka Kasus Pungli ESDM Bertambah, Pemprov Jatim Benahi Sistem 30 Jul 2026, 16:18 WIB
Ratusan Website Sekolah - Instansi Pemerintah Diretas buat Judol30 Jul 2026, 12:30 WIB
Tak Betah Aturan Asrama, Sejumlah Murid Sekolah Rakyat Keluar30 Jul 2026, 12:22 WIB
Detik-detik Motor Masuk Sungai, Remaja 14 Tahun Lolos dari Maut30 Jul 2026, 12:08 WIB