Surabaya, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Januari 2026, mengalami deflasi bulanan sebesar 0,20 persen. Hal ini dipengaruhi penurunan harga cabai rawit dan sejumlah komoditas pangan.
Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri mengatakan, meski terjadi deflasi bulanan, secara tahunan Jatim tetap mengalami inflasi sebesar 3,29 persen. “Inflasi tahunan didorong oleh kenaikan tarif listrik, harga emas perhiasan, dan beras,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, stabilitas harga tersebut sejalan dengan kinerja perdagangan luar negeri Jatim yang tetap positif. Neraca perdagangan Jatim selama periode Januari–Desember 2025 tercatat surplus sebesar USD0,81 miliar. Sepanjang 2025, nilai ekspor Jatim mencapai USD30,40 miliar, sementara impor tercatat USD29,59 miliar.
Dari sektor pertanian, BPS mencatat peningkatan signifikan pada luas panen padi. Sepanjang Januari–Desember 2025, luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,84 juta hektare, meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan luas panen tersebut mendorong produksi padi mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 6,03 juta ton beras. “Kondisi ini menjaga ketersediaan pangan di Jawa Timur tetap aman,” jelas Ike.
BPS mencatat puncak panen padi terjadi pada Maret 2025. Sementara itu, pada periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan masih mencapai 3,73 juta ton GKG.
Sektor transportasi dan pariwisata juga menunjukkan perbaikan pada akhir 2025. Mobilitas masyarakat meningkat seiring libur panjang akhir tahun.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur sepanjang 2025 tercatat sebanyak 329.945 kunjungan, dengan angka tertinggi terjadi pada Desember 2025.
Sementara itu, jumlah penumpang kereta api pada Desember 2025 mencapai 2,68 juta orang, naik 17,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada jumlah penumpang domestik di bandara dan pelabuhan, yang didorong aktivitas wisata dan libur akhir tahun.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Januari 2026, Jatim Alami Deflasi Gegara Cabai
Ilustrasi cabai (unsplash.com/Adrian Schledorn)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Masih Ada 252 ODGJ yang Dipasung di Jatim02 Feb 2026, 18:07 WIB
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin
Related Article
Granat dan 41 Butir Amunisi Ditemukan di Kebun Jati Warga Lamongan03 Nov 2026, 21:13 WIB
Kompolnas Minta Mutasi 7 Polisi Surabaya Transparan03 Nov 2026, 18:53 WIB
Terjerat Narkoba, 3 Anggota DPRD Gerindra Diganti03 Nov 2026, 16:43 WIB
Belanja Mi Instan Bencana Jatim Rp17,24 M, Disorot DPRD03 Nov 2026, 15:39 WIB
Pesepeda di Surabaya Tewas Usai Kecelakaan dengan Pemotor03 Nov 2026, 14:25 WIB
ITS Buka Program Magister Double Degree Desain Interior dengan UCSI03 Nov 2026, 12:00 WIB
Ini 7 Polisi Surabaya yang Dimutasi Usai Gerebek Pesta Narkoba 3 Kader Gerindra03 Nov 2026, 11:58 WIB
Menelusuri Potongan Sejarah Ulama Syekh Yusuf di Bumi Majapahit03 Nov 2026, 11:45 WIB
8 Desa Wisata di Mojokerto, Perpaduan Alam, Budaya, dan Sejarah03 Nov 2026, 10:39 WIB
Info Vaksin HPV di Surabaya untuk ASN dan Keluarganya, Biaya Rp290 Ribu03 Nov 2026, 10:15 WIB
Dishub Surabaya Bantah Suroboyo Bus Tabrak Pemotor di Jalan Basra03 Nov 2026, 09:46 WIB
Harga Cabai Nampol! Inflasi Jatim Tembus 2,12 Persen03 Nov 2026, 09:44 WIB
Sebelum Kasus Mutilasi, DBM Disebut Sering Kerja ke Luar Negeri03 Nov 2026, 09:30 WIB
Duka Keluarga Korban Longsor Lumajang, Khofifah Datang Menguatkan03 Nov 2026, 09:24 WIB
Banjir-Longsor Terjang 5 Daerah Jatim, 117 KK Terisolasi03 Nov 2026, 08:28 WIB
Spill Cuaca Jatim Pekan Ini: 21 Daerah Masuk Peringatan Ekstrem!03 Nov 2026, 08:27 WIB
Istri Sah Pelaku Mutilasi Madiun: Semoga Keluarga Korban Dapat Keadilan03 Nov 2026, 08:25 WIB
Kapolrestabes Buka Alasan Mutasi 7 Polisi Narkoba Surabaya02 Nov 2026, 20:16 WIB
Pada Istrinya Tono Mengaku Menikahi DH, Tapi Katanya Hilang02 Nov 2026, 18:46 WIB
Mutilasi Madiun, Istri Sah Tersangka Ungkap Soal Mesin Pencacah hingga Tungku02 Nov 2026, 18:09 WIB