Kendaraan tonase berat yang memperburuk kondisi jalan di Malang Selatan. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Akses jalan di sepanjang Desa Srigonco sampai JLS sudah bukan lagi dikategorikan jalan berlubang. Tapi bisa dilihat hampir semua badan jalan terkelupas, sehingga batu-batu kapur terangkat dan menonjol membuat jalan semakin tak layak dilewati.
Hal ini menyebabkan pengendara harus ekstra hati-hati jika tidak ingin menabrak bebatuan di sana. IDN Times merasakan langsung ke lokasi jalan rusak menggunakan sepeda motor, kecepatan maksimum yang bisa dipacu hanya sekitar 20Km/jam.
Salah satu warga bernama Eko Saryono (48) mengatakan jika kerusakan sejak dimulainya pembangunan JLS yang menghubungkan pantai-pantai di Malang Selatan sejak 2002. JLS ini berambisi menghubungkan Lumajang, Malang, dan Blitar melalui gugus pantai selatan.
"Jadi jalan ini sering dilintasi kendaraan-kendaraan besar mulai dari truk molen sampai truk pengangkut material untuk pembangunan JLS. Lama kelamaan jalan semakin rusak, tapi perbaikan minim," terang pria asal Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini saat ditemui pada Senin (08/05/2023).
Rencana perbaikan jalan sempat ada ketika Bupati Malang, Muhammad Sanusi dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Pelangi di Desa Srigonco pada 7 April 2022. Namun, setelah itu tidak ada lagi kabar perbaikan jalan hingga saat ini.
Jalan yang cukup mulus untuk dilewati pengendara hanya sekitar 2Km yang meliputi sekitar Jembatan Pelangi. Setelah itu, pengendara akan diuji kembali kekuatan kendaraannya.
Eko mengatakan sudah terbiasa dengan kondisi jalan ini, ia terpaksa harus menikmatinya setiap hari. Memang ada harapan jalan di Desa Srigonco agar diperbaiki, namun ia pesimistis karena sudah hampir 10 tahun ia merasakan jalan ini. Beberapa kali ia juga menyaksikan pengendara perempuan yang hendak berwisata harus terjatuh karena kondisi jalan yang tidak rata.
"Saya kan setiap hari harus ambil ikan tuna dan sebagainya buat di jual di desa saya, jadi setiap pagi mau tidak mau harus melewati jalan ini buat ke Sendang Biru. Sejujurnya hampir frustasi kalau harus naik motor melewati jalan segini rusaknya setiap hari, tapi mau bagaimana lagi soalnya ini cara saya mencari nafkah," tuturnya.