Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ISPA Melonjak di Magetan, Dinkes: Belum Bisa Dipastikan Influenza A
ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)
  • Kasus ISPA di Magetan naik dari 1.287 pada minggu ke-34 menjadi 1.643 pada minggu ke-35, lalu menurun bertahap menjadi 1.567 kasus pada minggu ke-37.

  • Dinkes Magetan menyebut tren ISPA lebih tinggi dibanding tahun lalu, tetapi masih stabil dan belum bisa dipastikan terkait influenza A tanpa pemeriksaan laboratorium di BBLK Surabaya.

  • Dinkes mengimbau PHBS, termasuk cuci tangan, gizi seimbang, etika batuk, masker di lingkungan berisiko, menghindari kerumunan saat bergejala, serta segera ke fasilitas kesehatan jika memburuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menunjukkan tren kenaikan dalam dua pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat ribuan kasus, meski kondisi tersebut masih dinilai stabil.

Berdasarkan data Dinkes Magetan, kasus ISPA pada minggu ke-34 tercatat sebanyak 1.287 kasus. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 1.643 kasus pada minggu ke-35, atau naik 27,7 persen.

Pada minggu ke-36, kasus mulai menurun menjadi 1.574 kasus atau turun 4,2 persen. Sedangkan pada minggu ke-37 tercatat 1.567 kasus, turun tipis 0,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, dr. Rohmat Hidayat, membenarkan adanya tren kenaikan kasus ISPA dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia menyebut kondisi tersebut masih dalam batas stabil.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, memang ada tren kenaikan kasus ISPA di dua minggu terakhir, namun masih stabil,” ujar Rohmat, Kamis (24/9/2026).

Kenaikan kasus ISPA tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan influenza A. Menurut Rohmat, diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis virus yang menyebabkan penyakit pada pasien.

“Perlu pemeriksaan lanjutan, harus dikirim ke BBLK Surabaya,” katanya.

Artinya, data ribuan kasus ISPA yang tercatat tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh pasien terinfeksi influenza A. Diperlukan pemeriksaan lebih spesifik untuk mengetahui jenis virus penyebabnya.

Di tengah perubahan cuaca yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, Dinkes Magetan mengimbau masyarakat memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Masyarakat diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun, berolahraga serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Penggunaan masker dianjurkan ketika berada di lingkungan yang berisiko terhadap penularan penyakit pernapasan, termasuk ketika terpapar polusi atau asap.

Dinkes juga mengimbau masyarakat menghindari kerumunan, terutama ketika sedang mengalami gejala penyakit pernapasan. “Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala pernapasan, terutama apabila gejala memburuk,” tutur Rohmat.

Dinkes Magetan mengaku masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA. Sementara untuk memastikan apakah terdapat influenza A atau jenis virus tertentu lainnya, pemeriksaan laboratorium lebih lanjut diperlukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article