Surabaya, IDN Times - Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai siswa SMP di Gresik kini dibawa ke DPRD Jawa Timur (Jatim). Orangtua korban, Dewi Muniarti, mendatangi gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura, Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Dewi wadul alias mengadu dan meminta kejelasan penanganan kasus tersebut di depan Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa, anggota Komisi A Sumardi, serta Ketua Komisi C Adam Rusydi. Ia berharap kasus yang menimpa anaknya, DFH, dapat diselesaikan secara baik, terutama terkait jaminan perawatan medis dan pemulihan trauma. “Saya berharap ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik,” ujarnya usai pertemuan.
Dewi mengungkapkan sempat ditawari perawatan di rumah sakit milik angkatan, namun memilih tetap melanjutkan penanganan di rumah sakit awal agar proses medis lebih konsisten. “Saya ingin dokternya tidak pindah-pindah, supaya penanganannya fokus,” jelasnya.
Dewi juga mengaku pernah menerima tali asih dari kesatuan pada Desember 2025, namun kemudian dikembalikan pada Februari 2026. Ia menegaskan tidak mempermasalahkan nominal, melainkan memastikan pemulihan anaknya berjalan maksimal.
Saat ini, korban sudah kembali beraktivitas, meski kondisi tangannya belum sepenuhnya pulih dan masih mengalami trauma. Selain itu, Dewi meminta DPRD Jatim memfasilitasi evaluasi terhadap lokasi latihan tembak agar kejadian serupa tidak terulang. “Sekolah harus jadi ruang aman,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa mengaku prihatin dengan peristiwa ini. Dedi juga menginginkan agar peristiwa ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik. DPRD Jatim juga menginginkan agar peristiwa semacam ini tidak terulang kembali.
"Kita berharap ini nanti bisa diselesaikan sebaik-baiknya. Kami sangat yakin institusi TNI ini sangat profesional dan kami insyaallah akan membantu secara mediasinya, komunikasi pada pihak-pihak karena ya semua punya harapan yang positif," ungkap Dedi.
Dia juga memastikan bahwa DPRD akan melakukan mediasi. Dengan tujuan, agar persoalan ini bisa mendapatkan solusi terbaik bagi seluruh pihak. "Kita doakan mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," terang politisi Demokrat tersebut.
Sebelumnya, Beberapa waktu lalu, pihak Korps Marinir menyampaikan empati terhadap korban dan menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Kor Marinir, masih perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kasi Hukum Menbanpur 2 Mar, Mayor Ahmad Fauzi.
