Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TIM CALL 112 SURABAYA RESPON SECEPAT MUNGKIN GENANGAN DI JALAN SIMO KALANGANHujan deras yang men.jpg
Penanganan banjir di Surabaya oleh petugas BPBD Surabaya. Instagram @bpbdsurabaya

Intinya sih...

  • Hujan deras di Surabaya menyebabkan genangan air di beberapa titik kota dan pohon tumbang di berbagai wilayah.

  • Debit air sungai meningkat signifikan, memicu genangan di kawasan Pakis, Kembang Kuning. Pemkot Surabaya menutup sementara Pintu Air Padmosusastro untuk mengurangi debit air.

  • Sejumlah pohon tumbang dan patah terjadi di berbagai titik Surabaya akibat hujan disertai angin kencang. Petugas telah menangani delapan kejadian tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak sekitar pukul 17.00 WIB hingga malam hari, Minggu (4/1/2026), menyebabkan genangan di sejumlah titik. Tak hanya itu, hujan yang disertai angin kencang juga memicu sejumlah pohon tumbang di berbagai wilayah kota.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai meningkat signifikan, salah satunya di kawasan Pakis, Kembang Kuning.

“Tanggul sungai Pakis Kembang Kuning kondisinya kritis. Kalau mendapat beban berlebih dari aliran air arah Mayjend Sungkono, ada potensi jebol. Kalau sampai jebol, penanganannya akan sulit karena dampaknya bisa sampai ke Jalan Diponegoro,” ujar Syamsul.

Untuk mencegah risiko yang lebih besar, Pemkot Surabaya mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Pintu Air Padmosusastro. Penutupan ini bertujuan mengurangi debit air yang masuk ke saluran Pakis, meski berdampak pada munculnya genangan di kawasan lain.

“Maka Pintu Air Padmosusastro kami tutup sementara. Risikonya memang ada potensi genangan di Jalan Mayjend Sungkono,” jelasnya.

Akibat kebijakan tersebut, genangan sempat terjadi di Jalan Mayjend Sungkono sisi selatan, tepatnya di depan Bank Danamon. Namun, genangan itu bersifat sementara.

“Tadi sempat terjadi genangan sekitar 15 sampai 20 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter, dan berlangsung sekitar 15 menit saja,” ungkap Syamsul.

Setelah kondisi saluran Pakis dinilai aman, pintu air kembali dibuka. Aliran air pun berangsur normal dan genangan di Jalan Mayjend Sungkono berhasil surut sepenuhnya dalam waktu singkat.

Selain banjir, hujan disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan patah di berbagai titik Surabaya. Berdasarkan rekap penanganan pada Minggu (4/1/2026), petugas gabungan telah menangani sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan, antara lain, Depan Rusun Penjaringan Sari 4, pohon tabebuya kuning tumbang (diameter 30 cm) pukul 16.11 WIB, Jalan Diponegoro No. 34, pohon spatudea mengalami sempalan (diameter 15 cm) pukul 16.49 WIB.

Kemudian Jalan Tanjung Sadari, samping Masjid Al Ikhlas, pohon kupu-kupu tumbang (diameter 25 cm) pukul 16.06 WIB, Jalan Demak Utara depan Indomaret, pohon mahoni tumbang (diameter 30 cm) pukul 17.18 WIB, Jalan Raya Kutisari Indah No. 39, pohon keres tumbang pukul 17.37 WIB.

Jalan Medokan Asri 3, pohon sono tumbang (diameter 35 cm) pukul 17.44 WIB, Jalan Pengenal, pohon asem londo mengalami sempalan (diameter 29 cm) pukul 18.12 WIB, Jalan Darmokali No. 19-B, pohon flamboyan tumbang (diameter 50 cm) pukul 18.36 WIB

Seluruh kejadian tersebut telah ditangani oleh petugas di lapangan untuk memastikan akses jalan kembali aman dan aktivitas warga tidak terganggu.

Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat disertai angin kencang, serta segera melapor jika terjadi genangan atau pohon tumbang di lingkungan sekitar.

Editorial Team