Sidoarjo, IDN Times - Suasana haru menyelimuti upacara pemakaman Mayor Laut (P) Purn Marindra Wibowo, pilot Helikopter Airbus H1 PK-CFX yang gugur saat terbang di Hutan Kecamatan Nanga, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Upacara pemakaman dilaksanakan di Makam Warga TNI AL Wilayah Timur, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (18/4/2026).
Capt Marindra meninggal dunia akibat insiden kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kalimantan pada Kamis (16/4/2026). Ia meninggalkan satu orang istri dan tiga anak.
Jenazah Capt Marindra tiba di area pemakaman sekitar pukul 11.31 WIB menggunakan ambulans milik TNI AL. Peti jenazah kemudian dibawa menuju dekat liang lahat yang telah disiapkan petugas makam.
Nampak, anak dan istri serta keluarga datang di pemakaman. Isak tangis menyelimuti prosesi upacara.
Prosesi upacara pemakaman berlangsung khidmat diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada negara untuk dimakankan secara militer. Dilanjutkan tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian Capt Marinda kepada negara.
Suasana semakin haru saat inspektur upacara menyerahkan bendera Merah Putih kepada ahli waris sebagai simbol penghormatan kepada negara.
Salah satu kerabat dekat Capt Marindra yang hadir dalam pemakaman adalah Capt Rohyani. Ia mengatakan, cukup mengenal almarhum. "Beliaunya setia kawan, supel orangnya, murah senyum," ujarnya ditemui usai upacara pemakaman.
Selama 26 tahun bersahabat dengan Capt Marindra, Capt Rohyani yang merupakan Captain Pilot Wings Air ini kerap kali mendengar cerita-cerita menarik dari almarhum. "Semua beliau sering cerita, sering kadang beliau juga jemput, ayo ngopi di mana, beliau jemput," katanya.
Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Capt Marindra pernah menempuh pendidikan penerbangan di Indonesia Air Force Flying School pada tahun 2002. Ia juga pernah menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.
Di dunia penerbangan, Capt Marindra memiliki segudang pengalaman. Almarhum memulai karirnya sebagai Excutive officer Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut tahun 2003 sampai tahun 2016.
Almarhum juga pernah menjadi Pilot Helikopter di PT HM Sampoerna, Tbk pada tahun 2015-2027. Kemudian pilot helikopter Whitesky Aviation Indonesia tahun 2017 sampai 2019.
Posisi Terakhirnya yakni sebagai pilot helikopter di KPN Plantation sejak Januari 2020, spesialis pesawat Airbus H-130T2 PK-CFX.
