Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Kesaktian Pancasila, Eks Napiter Diundang Upacara
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto (tengah) usai upacara. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Pemprov Jawa Timur mengundang empat eks napiter dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila untuk memperkuat rasa kebangsaan, nasionalisme, dan keterlibatan mereka di masyarakat.

  • Jatim memiliki sekitar 197 eks napiter yang didorong mengikuti kegiatan nasional di kabupaten/kota setelah kembali menerima NKRI dan berbaur dengan berbagai elemen masyarakat.

  • Pemprov mengingatkan generasi muda agar bijak bermedia sosial karena paham radikal dapat menyebar, serta menekankan penguatan Pancasila melalui keluarga dan lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 Oktober 2026

Pemprov Jatim mengundang empat eks napiter untuk mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila. Pelibatan ini merupakan upaya memperkuat rasa kebangsaan dan nasionalisme.

kini

Arif berupaya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Timur mengundang empat mantan narapidana terorisme untuk mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila sebagai bagian pelibatan mereka dalam kegiatan kebangsaan.
  • Who?
    Empat eks napiter mengikuti upacara, bersama Pemprov Jawa Timur melalui Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto. Salah seorang peserta, Arif, menyampaikan pandangannya mengenai Pancasila.
  • Where?
    Upacara berlangsung dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jawa Timur. Eks napiter juga didorong mengikuti kegiatan hari besar nasional di kabupaten/kota, termasuk Surabaya.
  • When?
    Pelibatan empat eks napiter dilakukan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Eddy Supriyanto menyampaikan keterangan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
  • Why?
    Pemprov Jatim bertujuan memperkuat rasa kebangsaan, nasionalisme, dan pembauran eks napiter yang telah menerima NKRI, sekaligus menguatkan ideologi Pancasila di tengah penyebaran paham radikal melalui media sosial.
  • How?
    Pemprov Jatim melibatkan eks napiter dalam upacara hari besar nasional dan mendorong mereka berbaur di daerah masing-masing. Pemerintah juga mengimbau generasi muda bijak bermedia sosial serta menekankan pendampingan keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Timur, empat orang yang dulu pernah dipenjara karena teror ikut upacara Hari Kesaktian Pancasila. Pemerintah mengajak mereka supaya kembali dekat dengan masyarakat dan cinta Indonesia. Ada sekitar 197 orang seperti mereka di Jawa Timur. Pak Eddy juga mengingatkan anak-anak agar hati-hati memakai media sosial. Arif berkata Pancasila membantu semua orang tetap bersatu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelibatan mantan narapidana terorisme yang telah menerima NKRI dalam peringatan kebangsaan menunjukkan ruang inklusif bagi mereka untuk memperkuat kembali nasionalisme dan berbaur di masyarakat. Pengalaman Arif menerapkan nilai Pancasila melalui usaha, kegiatan lingkungan, dan peran keagamaan menggambarkan bahwa pemulihan dapat berjalan seiring dengan penguatan persatuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jawa Timur (Jatim) tak sekadar menjadi seremoni. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim turut mengundang mantan narapidana terorisme (eks napiter) dalam upacara sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali rasa kebangsaan dan nasionalisme.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto mengatakan, pelibatan eks napiter dalam sejumlah momentum hari besar nasional telah dilakukan secara berkelanjutan. Mereka yang diundang, kata Eddy, merupakan eks napiter yang telah kembali menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kalau ada hari-hari besar negara seperti Hari Kebangkitan, Hari Lahir Pancasila, tanggal 17 Agustus, Pahlawan, kita selalu melibatkan mereka supaya mereka kembali ke Ibu Pertiwi," ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini, terdapat empat eks napiter yang mengikuti upacara. Jumlah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk melibatkan eks napiter dalam kegiatan kebangsaan di berbagai daerah.

Eddy menyebut Jatim memiliki sekitar 197 eks napiter yang tersebar di kabupaten/kota. Mereka didorong untuk kembali berbaur dengan masyarakat dan mengikuti berbagai kegiatan kebangsaan di wilayah masing-masing.

"Kita kan ada 197 eks napiter. Nah, itu kita sebar di kabupaten/kota supaya bisa mengikuti upacara-upacara hari besar nasional di daerah, termasuk di Provinsi Jawa Timur, di Kota Surabaya juga ada," ungkapnya.

Eddy menambahkan, kehadiran eks napiter dalam upacara bukan sekadar formalitas. Mereka diharapkan dapat membangun kembali rasa kebangsaan, nasionalisme, serta berbaur dengan berbagai elemen masyarakat.

"Rata-rata mereka mengikuti upacara supaya untuk memperkuat rasa kebangsaan, nasionalisme. Kita hadirkan, bisa berbaur dengan elemen masyarakat lainnya," jelasnya.

Langkah tersebut menjadi relevan di tengah kekhawatiran terhadap penyebaran paham radikal melalui media sosial. Eddy mengatakan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru karena informasi yang dikonsumsi anak-anak dan generasi muda tidak seluruhnya berada dalam jangkauan pengawasan orang tua.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga dimanfaatkan untuk mengingatkan generasi muda agar bijak menggunakan media sosial. "Media sosial ini selain juga memberikan positif, tapi juga harus diantisipasi karena setiap hari dikonsumsi oleh anak-anak kita," kata Eddy.

Menurutnya, penyebaran ideologi, termasuk paham radikal, dapat berlangsung melalui media sosial. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga membutuhkan pendampingan keluarga dan lingkungan.

"Pesan kepada anak-anak muda, bijak menggunakan media sosial. Tepat di momen Kesaktian Pancasila, kita kuatkan ideologi kita, termasuk cinta tanah air dan juga memperkuat ideologi Pancasila," katanya.

Eddy juga menekankan pentingnya peran orang tua. Menurut dia, pengawasan tidak boleh mengabaikan anak-anak usia sekolah dasar maupun sekolah menengah karena media sosial telah ikut memengaruhi pola pikir dan pergaulan mereka.

"Jangan menyepelekan usia mereka SD atau SMP, tapi media sosial ini telah membentuk anak-anak dari pola pikir, cara bergaul, dan sebagainya," katanya.

Salah satu eks napiter yang mengikuti momentum tersebut, Arif, mengatakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Menurut Arif, sejarah menunjukkan pernah ada upaya untuk mengganti ideologi Pancasila. Namun, menurutnya, Pancasila tetap menjadi ideologi yang dianggap mampu menjaga keutuhan bangsa.

"Ini merupakan momen pengingat kita untuk menyadari bahwa dengan Pancasila ini, dengan ideologi Pancasila, dapat menyatukan bangsa, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Arif mengaku kini berupaya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang wirausaha, ia juga aktif di lingkungan masyarakat, termasuk mengelola musala pribadi dan menjadi imam.

"Saya berupaya untuk menjadi... setelah saya kembali ke masyarakat, saya berupaya untuk kembali menjadikan agama Islam ini yang rahmatan lil 'alamin. Dan ini sesuai dengan Pancasila juga, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article