Surabaya, IDN Times - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar BPBD Jawa Timur (Jatim) bersama BMKG Juanda memasuki hari kedua pada Selasa (17/3/2026). Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari hingga H+5 Lebaran atau 26 Maret 2026.
OMC mulai dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di Jatim menjelang arus mudik dan balik Lebaran.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan pelaksanaan OMC merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Timur guna meminimalkan risiko bencana selama periode Lebaran.
“OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama musim Lebaran, sekaligus sebagai bentuk pelayanan agar masyarakat yang mudik dan balik bisa lebih aman dan lancar,” ujarnya.
Pada hari pertama, operasi dilakukan menggunakan pesawat PK-SCJ dengan menyasar sejumlah wilayah di Jatim, meliputi kawasan Tapal Kuda dan selatan seperti Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi, serta wilayah utara seperti Kabupaten Tuban dan Kabupaten Mojokerto.
Dalam pelaksanaan perdana tersebut, OMC dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan (sortie) dengan total bahan semai yang disebar mencapai 2.800 kilogram kalsium oksida (CaO). Total durasi penerbangan mencapai 5 jam 20 menit.
Pada sortie pertama, penyemaian awan dilakukan di wilayah Situbondo dan utara Banyuwangi. Selanjutnya, sortie kedua menyasar wilayah Tuban dan sortie ketiga dilakukan di wilayah Mojokerto.
Gatot juga turut langsung dalam penerbangan perdana tersebut, yang berlangsung mulai pukul 12.14 WIB hingga 14.17 WIB.
Memasuki hari kedua, OMC dilanjutkan dengan pola operasi serupa, menyesuaikan kondisi cuaca dan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur. BPBD Jatim memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara intensif untuk menentukan lokasi penyemaian berikutnya.
