Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-02-04 at 13.29.58 (2).jpeg
Peringatan Hari Kanker Sedunia di RSUD dr Iskak Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Intinya sih...

  • RSUD dr Iskak menjadi rujukan pengobatan kemoterapi

  • Mayoritas kasus di Tulungagung merupakan pasien kanker payudara

  • Mayoritas pasien kanker datang dengan kondisi stadium tinggi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - Peringati Hari Kanker Sedunia, RSUD dr Iskak Tulungagung membagikan bingkisan dan bunga kepada sejumlah pasien kaker yang tengah menjalani perawatan. Angka kasus penyakit kanker di Tulungagung sendiri cenderung meningkat setiap tahun. Pembagian bingkisan ini merupakan sebagai bentuk suport dan dukungan bagi pasien yang masih menjalani perawatan. Mereka membutuhkan banyak dukungan agar tetap semangat selama menjalani perawatan.

1. RSUD dr Iskak menjadi rujukan pengobatan kemoterapi

Ilustrasi kanker kolon (moffitt.org)

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini mengatakan jumlah kasus penyakit kanker harus menjadi perhatian banyak pihak. Berdasarkan data, total pasien kanker di Kabupaten Tulungagung mencapai 1.467 orang. RSUD dr Iskak sendiri menjadi rujukan bagi pasien kanker di wilayah mataraman. Pasien dari luar kota seperti Trenggalek, Kediri dan Blitar menjalani kemoterapi di rumah sakit ini. "Satu-satunya rumah sakit daerah yang memiliki dan bisa melayani kemoterapi di wilayah mataraman saat ini hanya RSUD dr Iskak Tulungagung," ujarnya, Rabu (4/2/2026).

2. Mayoritas kasus di Tulungagung merupakan pasien kanker payudara

ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengungkapkan, total pasien kanker di Kabupaten Tulungagung mencapai 1.467 orang. Dengan rincian 278 pasien kanker serviks, 984 pasien kanker payudara, 92 pasien kanker paru dan 113 pasien kanker usus. Angka kasus penyakit ini cenderung meningkat setiap tahun. Proses pengobatan kanker sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Mengingat kanker merupakan penyakit yang dikenal ganas dan mematikan. Namun dapat dicegah melalui deteksi dini.

"Kami menyediakan layanan cek kesehatan gratis (CKG) di 32 puskesmas. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini," paparnya.

3. Mayoritas pasien kanker datang dengan kondisi stadium tinggi

Salah satu pasien kanker saat menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Sementara itu Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Ontologi, dr Feri Nugroho menambahkan, rata-rata pasien kanker yang datang ke rumah sakit sudah dalam stadium yang tinggi. Sehingga proses pengobatan harus dilakukan secara tepat. "Rata-rata 80 persen pasien kanker datang ke rumah sakit sudah stadium 3 ke atas. Sedangkan pasien kanker stadium 2 yang datang ke rumah sakit tidak sampai 20 persen," imbuhnya.

4. Harap masyarakat memeriksakan sedini mungkin

Peringatan Hari Kanker Sedunia di RSUD dr Iskak Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Ada beberapa faktor pasien kanker terlambat datang ke rumah sakit. Yakni, masih ada persepsi takut pengobatan medis, lebih memilih pengobatan alternatif dan rendahnya edukasi kepada masyarakat. Padahal fatalitas pasien kanker sangat ditentunkan oleh tingkat stadium pasien.

"Fatalitas pasien kanker tergantung dengan stadiumnya. Jika masih stadium 1 dan 2 angka harapan hidup bisa 5 tahun ke depan. Tapi jika stadium 3 dan 4, angka harapan hidup lebih sedikit," pungkasnya.

Editorial Team