Surabaya, IDN Times - Memasuki Ramadan, pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur (Jatim) masih terasa. Berdasarkan tabel harga konsumen Siskaperbapo Jatim per 23 Februari 2026, sejumlah komoditas masih menunjukkan dinamika. Beras premium tercatat Rp14.891 per kilogram, beras medium Rp12.890 per kilogram, gula kristal putih Rp16.640 per kilogram, dan Minyakita Rp16.070 per liter.
Harga telur ayam ras berada di kisaran Rp29.665 per kilogram, sementara cabai rawit merah menembus Rp94.267 per kilogram. Bawang merah Rp37.670 per kilogram dan bawang putih Rp31.804 per kilogram.
Di tengah fluktuasi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menggelar Pasar Murah ke-25 di Masjid At-Taqwa Jemur Wonosari, Surabaya, Senin (23/2/2026). Sejak siang, ratusan warga yang didominasi ibu-ibu sudah mengantre membawa tas belanja.
Di lokasi ini, harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Gula pasir dibanderol Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, dan daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Salah satu pembeli, Viona, mengaku sangat terbantu. “Ini dapat beras premium harga murah. Kemudian juga beli telur. Di sini murah banget Rp22 ribu, di dekat rumahku sudah Rp28 ribu. Tadi juga lihat di sekitar kelontong sini juga Rp29 ribu per kilo. Jadi dimanfaatin banget adanya Pasar Murah,” ujarnya.
Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang meninjau langsung gelaran ini, mengatakan Pasar Murah merupakan bagian dari upaya stabilisasi harga menjelang Ramadan. “Ini Pasar Murah yang ke-25 yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Kita pada dasarnya berseiring dengan apa yang dilakukan kabupaten kota,” katanya.
Menurut Khofifah, selisih harga yang cukup jauh dari harga pasar diharapkan bisa membantu keluarga memenuhi kebutuhan selama Ramadan. “Dan harapan kita dengan harga yang jauh di bawah harga pasar tradisional ini bisa memberikan penguatan pemenuhan logistik bagi keluarga-keluarga di saat Ramadan seperti ini," ungkapnya.
"Kita tahu nanti menjelang lebaran juga peningkatan pemenuhan kebutuhan juga akan makin tinggi,” tutur Khofifah menambahkan. Pemprov, lanjutnya, akan terus menggelar pasar murah seiring langkah yang dilakukan bupati dan wali kota di berbagai daerah di Jatim.
