Magetan, IDN Times – Selama bulan Ramadan 2026, harga bahan pangan di Kabupaten Magetan dilaporkan Tim Saber Pangan stabil dan stok dinyatakan aman. Namun, satu komoditas masih menjadi pekerjaan rumah (PR), yakni cabai rawit merah yang harganya menembus Rp90 ribu per kilogram di Pasar Sayur Magetan, Selasa (3/3/2026).
Harga Beras dan Daging Stabil, Cabai Rawit Jadi PR Ramadan di Magetan

Intinya sih...
Kejadian terungkap oleh penjaga sekolah
Pelaku masuk lewat jendela, CCTV mati 3 bulan
Polisi duga pelaku lebih dari satu orang
1. Cabai rawit tertinggi, dampak cuaca nasional
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maya Safrina, menyebut secara umum harga komoditas di Magetan relatif stabil sepanjang Ramadan.
“Secara umum harga komoditas di Magetan relatif stabil. Hanya beberapa komoditas yang bergerak naik, terutama cabai rawit merah. Tren ini tidak hanya terjadi di Magetan, tetapi juga secara nasional akibat faktor cuaca,” ujarnya.
Di Pasar Sayur Magetan, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp90 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai besar berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram dan relatif stabil.
2. Beras dan daging masih di bawah harga acuan
Untuk komoditas utama, harga beras premium dijual rata-rata Rp14.900 per kilogram. Adapun harga daging sapi berada di kisaran Rp135 ribu per kilogram, masih di bawah harga acuan pemerintah.
“Harga sembako stabil, pasokan aman. Para pedagang juga sudah memahami ketentuan HET dan harga acuan penjualan. Beberapa kenaikan hanya sebatas pembulatan harga, namun secara umum masih sesuai ketentuan,” tambahnya.
Ia memastikan stok pangan di Magetan dalam kondisi aman dan tidak ada kelangkaan.
“Pasokan aman, tidak ada kelangkaan. Alhamdulillah kondisi Magetan stabil,” tegasnya.
3. Daya beli masyarakat menurun
Meski harga sebagian besar komoditas stabil, pedagang mengaku fluktuasi harga cabai rawit cukup berdampak pada daya beli masyarakat.
Asmina, pedagang di Pasar Sayur Magetan, mengatakan harga rawit sempat menyentuh Rp120 ribu per kilogram sebelum turun dan kembali naik.
“Sekarang rawit sekitar Rp96 ribu per kilo. Dulu pernah sampai Rp120 ribu. Setelah turun ke Rp85 ribu, naik lagi ke Rp90 ribu,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penjualan menurun drastis.
“Biasanya saya habis sampai dua puluh kilogram. Sekarang sepuluh kilogram saja tidak habis. Konsumen mengurangi pembelian, yang dulu beli seperempat kilo sekarang hanya beli sedikit,” katanya.
Selain memantau harga, tim Saber Pangan juga melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan. Hingga pemantauan terbaru, belum ditemukan pelanggaran di Magetan. Namun, di daerah lain seperti Ponorogo, sempat ditemukan indikasi penggunaan formalin pada ikan asin.
Dengan stok yang aman dan harga relatif terkendali, pemerintah berharap stabilitas ini bisa terjaga hingga Lebaran. Namun, mahalnya harga cabai rawit masih menjadi perhatian utama selama Ramadan tahun ini.