Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Bapok Jatim Stabil Jelang Lebaran, Cabai Naik
Tanaman cabai di Kabupaten Magelang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Menjelang Idul Fitri 2026, harga bahan pokok di Jawa Timur terpantau stabil berdasarkan data Siskaperbapo, dengan fluktuasi kecil pada beberapa komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng.
  • Beberapa harga mengalami perubahan, cabai merah keriting dan besar naik, sementara cabai rawit merah serta bawang merah dan putih justru turun dibandingkan periode sebelumnya.
  • Gubernur Khofifah memastikan stok aman dan menggelar pasar murah di Pamekasan untuk menjaga keterjangkauan harga serta menekan inflasi menjelang Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Harga bahan pokok di Jawa Timur (Jatim) terpantau relatif stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, sebagian besar komoditas berada pada tren stabil dengan fluktuasi kecil.

Data per 9 Maret 2026 menunjukkan harga beras premium berada di kisaran Rp14.876 per kilogram dan beras medium Rp12.887 per kilogram. Sementara gula kristal putih tercatat Rp16.790 per kilogram. Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat sekitar Rp19.058 per kilogram. Sedangkan minyak goreng kemasan premium berada di kisaran Rp20.370 per liter.

Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi paha belakang tercatat Rp121.023 per kilogram, sementara daging ayam ras berada di kisaran Rp38.566 per kilogram. Adapun telur ayam ras berada di level Rp29.410 per kilogram.

Meski sebagian besar komoditas stabil, beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, terutama pada komoditas cabai. Cabai merah keriting tercatat naik menjadi Rp32.073 per kilogram, sementara cabai merah besar mencapai Rp29.473 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah justru mengalami penurunan menjadi Rp88.664 per kilogram. Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti bawang merah yang berada di kisaran Rp36.149 per kilogram dan bawang putih sekitar Rp31.017 per kilogram.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur tetap aman menjelang Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menggelar pasar murah di Taman Parembhegen Patemon, Kabupaten Pamekasan, Minggu (8/3/2026).

“Harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang khususnya di bulan Ramadan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Melalui program tersebut, masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Beberapa komoditas dijual dengan harga khusus, seperti beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Khofifah menjelaskan, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pokok. Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah stabilisasi agar distribusi dan harga tetap terkendali. “Pengendalian inflasi dan stabilisasi perlu kita lakukan dengan memberikan keterjangkauan harga agar lebih dekat kepada konsumen,” tegasnya.

Editorial Team