Sementara itu, salah satu warga Pancer, Galang Anggriawan (26) mengatakan, banyak warga yang berhamburan keluar meninggalkan tempat tinggalnya karena trauma dengan peristiwa tsunami yang pernah terjadi di sana pada tahun 1994.
"Iya ada beberapa yang keluar dari Pancer sementara. Tapi ada juga yang sudah kembali. Kemungkinan trauma karena Tsunami 1994," jelasnya.
Galang sendiri yang rumahnya berada di dekat pantai, memilih mengungsi di kawasan Pesanggaran.
"Berdasarkan isu diduga karena adanya bunyi sirine. Setelah diklarifikasi katanya sirine tersebut bukan peringatan tsunami. Saya belum tau pastinya karena saat ini masih posisi mengungsi di Sanggar," katanya.
Dari rilis BMKG, gempa dirasakan di Kuta, Gianyar, Tabanan, Denpasar, Banyuwangi, dan Jember dengan level 3-4. Gempa ini tidak berpotensi terjadi tsunami.