Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pak Ribut dan April. dok. Instagram/@pak_ributsantoso
Pak Ribut dan April. dok. Instagram/@pak_ributsantoso

Surabaya, IDN Times – Viralnya konten video guru honorer asal Lumajang, Ribut Santoso tak lepas dari kepolosan dan kelucuan siswa-siswanya yang terekam dalam video. Salah satu siswa yang lucu itu ialah April. Meski terlihat cuek kepada Pak Ribut, namun April mengaku sayang kepada sang guru. 

1. April bilang Pak Ribut sosok yang lucu, sabar dan suka bagi rezeki

Tangkapan layar live Instagram IDN Times bersama Pak Ribut dan April

Kedua orang ini pun membagikan momen keakrabannya di acara Ngobrol Seru by IDN Times di Instagram. April yang datang terlambat sempat muncul kemudian berceloteh. Sontak, kemunculan Aprli mengocok perut para penonton live Instagram. Dalam kesempatan itu pula, April yang lengkap memakai kostum drum band mengaku sangat sayang dengan Pak Ribut—begitu April menyapa Ribut Santoso-.

“Pak Ribut itu lucu, sabar dan suka-suka bagi rezeki,” celetuknya saat live Instagram, Rabu (30/3/2022). Sayang, April tak bisa melanjutkan live Instagram karena harus mengikuti parade drum band di sekolahnya.

2. Pak Ribut sebut bahwa bagian dari trik supaya siswanya lebih semangat belajar

Pak Ribut dan April. dok. Instagram/@pak_ributsantoso

Pak Ribut sendiri mengaku kedekatannya dengan siswa termasuk April tak dibuat-buat. Ia juga sangat sayang kepada para siswanya. Hal inilah yang membuat siswanya bisa lebih semangat dalam belajar. Penjelasan yang sederhana, humoris dan kedekatan emosional.

“Trik saya sangat sederhana, saya guru desa, saya sesuaikan kemampuan anak-anak. Saya berikan pengertian lebih tinggi nanti gak paham, penjelasan yang lebih sederhana lebih masuk, kemudian melakukan pendekatan lebih,” ungkap dia. Menurutnya, jika guru disukai siswa, maka siswa akan suka pelajarannya, tidak akan membolos dan lebih semangat ketika sekolah.

3. Tak dipermasalahkan oleh Dinas Pendidikan

Pak Ribut (instagram.com/r_dancer_management)

Terkait metode pembelajaran yang dilakukan Pak Ribut berupa bagi-bagi hadiah hingga bikin konten video saat akhir pelajaran, hal ini semata-mata hanya untuk menambah motivasi belajar siswa. Metode ini pun tidak dipermasalahkan oleh pihak Dinas Pendidikan Lumajang.

“Kemarin saya dipanggil (Kepala Dinas Pendidikan Lumajang) cuma klarifikasi, terus diwanti hati-hati nanti videonya dipotong. Tapi dari kepala dinas gak ada apa-apa, malah semuanya positif dan mendukung,” dia membeberkan.

Editorial Team