Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gak Lolos SMA Negeri? Tenang, Pemprov Jatim Siapkan Beasiswa
ilustrasi anak remaja, anak sekolah di Indonesia (pexels.com/VIOLA STUDIO PHOTO)
  • Pemprov Jawa Timur menyiapkan program beasiswa bagi siswa yang tidak lolos SPMB SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2025/2026 melalui kerja sama dengan sekolah swasta.
  • Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut sistem pelaksanaan SPMB sudah siap 87 persen dan kini fokus pada tahap sosialisasi ke sekolah serta masyarakat.
  • Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan dan mencegah putus sekolah dengan menyediakan beasiswa penuh atau bantuan sebagian di sekolah swasta mitra pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mulai menyiapkan langkah antisipasi bagi murid yang gagal lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2025/2026. Salah satu skema yang disiapkan adalah kerja sama dengan sekolah swasta melalui program beasiswa pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan seluruh sistem pelaksanaan SPMB saat ini hampir rampung dan tinggal menyelesaikan tahap sosialisasi kepada sekolah maupun masyarakat. “Sudah siap semua sektor, semua sistem sudah disiapkan. Tinggal sosialisasi, sudah 87 persen,” ujar Aries, Senin (25/5/2026).

Namun di tengah persiapan tersebut, Pemprov Jatim juga fokus menyiapkan solusi bagi murid yang tidak tertampung di SMA maupun SMK negeri. Aries memastikan mereka tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

"Kami sampaikan bahwa yang tidak diterima di negeri, kami sudah kerja sama dengan sekolah swasta, mereka dapat beasiswa,” katanya.

Menurut Aries, bantuan pendidikan yang disiapkan tidak selalu dalam bentuk beasiswa penuh. Sejumlah sekolah swasta juga menyediakan skema bantuan biaya pendidikan sebagian sesuai kemampuan masing-masing lembaga pendidikan.

"Jadi mereka bisa masuk di sekolah swasta. Ada yang mendapat beasiswa penuh dan ada bantuan sebagian, misalnya setengah biaya pendidikan,” jelasnya.

Langkah tersebut disiapkan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait terbatasnya daya tampung sekolah negeri yang setiap tahun selalu menjadi persoalan saat masa penerimaan murid baru. Selain memperluas akses pendidikan, kolaborasi dengan sekolah swasta juga diharapkan mampu menekan angka murid putus sekolah akibat tidak lolos seleksi di sekolah negeri.

Editorial Team