Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20250924_063610.jpg
Tiket Bus Trans Jatim Koridor II Tribuana Tunggadewi. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Intinya sih...

  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan tarif Bus Trans Jatim tetap, meski fiskal daerah turun.

  • Kepala Dinas Perhubungan Jatim menyatakan belum ada rencana kenaikan tarif, namun sedang mengkaji penyesuaian skema layanan.

  • Salah satu skema yang dievaluasi adalah kemungkinan pengurangan durasi tiket berlanjut untuk menjaga keberlanjutan layanan tanpa menaikkan tarif dasar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan tarif Bus Trans Jatim tidak akan naik meski kondisi fiskal daerah mengalami penurunan. Layanan angkutan massal tersebut tetap memberlakukan tarif Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 untuk pelajar serta santri.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono menegaskan hingga saat ini belum ada rencana kenaikan tarif untuk layanan reguler Bus Trans Jatim. "Tidak ada kenaikan tarif, belum. Masih tetap,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Nyono mengakui kemampuan fiskal Pemprov Jatim saat ini hanya cukup untuk menopang operasional Bus Trans Jatim selama satu tahun anggaran. Karena itu, Dishub mulai mengkaji penyesuaian skema layanan tanpa membebani masyarakat.

"Fiskal kita menurun. Ya hanya cukup untuk operasional setahun," katanya.

Salah satu skema yang tengah dievaluasi adalah tiket terusan atau tiket berlanjut. Saat ini, penumpang dapat menggunakan satu tiket untuk perjalanan lanjutan dengan batas waktu hingga dua jam. Ke depan, durasi tersebut berpotensi dipangkas.

"Kemungkinan yang akan dikurangi itu kemudahan tiket berlanjut. Dari dua jam bisa jadi hanya satu jam. Tapi ini masih dalam kajian,” jelas Nyono.

Dishub Jatim menilai kebijakan ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan layanan di tengah keterbatasan anggaran, tanpa harus menaikkan tarif dasar yang dinilai sangat terjangkau masyarakat.

Nyono menegaskan, tanpa subsidi pemerintah, biaya operasional Bus Trans Jatim sejatinya jauh lebih mahal. “Kalau tidak disubsidi, tarif per perjalanan bisa tembus Rp20 ribu sampai Rp25 ribu,” pungkasnya.

Editorial Team