Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Jibril menambahkan, penyebab terjadinya zona merah di empat daerah tersebut pada dasarnya karena lonjakan kasus baru atau kematian yang mendadak dua kali lipat lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dikarenakan zona merah ini juga berfungsi sebagai alarm yang mengingatkan warga maupun pemerintah. Untuk memberikan penanganan lebih ekstra dan penerapan protokol kesehatan harus lebih diperketat
"Seperti di Jember, minggu ini terdapat kasus baru sebanyak 451 orang, angka ini jauh lebih tinggi dari minggu sebelum-sebelumnya di mana rata-rata kasus baru hanya 110-an orang saja. Sementara itu yang meninggal naik drastis sebanyak 32 orang, padahal minggu sebelumnya hanya 8 orang," terangnya.
Sementara di Jombang, kasus mingguan bertambah sebanyak 134 orang, padahal sebelum-sebelumnya hanya 60-70 kasus baru per minggu. Jumlah kematian akibat COVID-19 di Jombang juga naik drastis menjadi 40 orang, padahal sebelumnya hanya 6 orang.
Untuk Situbondo, kenaikan kasus minggu ini sebanyak 202 orang, padahal biasanya kasus baru hanya 40-50 orang, dengan kematian mingguan sebanyak 13 orang, padahal biasanya hanya 3 orang.
Kota Batu, sebenarnya kasus baru tidak naik terlalu banyak. "Namun karena jumlah yang meninggal dalam seminggu 6 orang, dari yang biasanya 3 orang, maka akhirnya dideteksi sebagai kenaikan yang signifikan," ucap Jibril.