Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Turun, Impor Melonjak, Jatim Defisit
Ilustrasi kegiatan ekspor impor. (unsplash.com/Dominik Lückmann)
  • Ekspor Jawa Timur pada Januari–Februari 2026 turun 0,54 persen menjadi US$4,02 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • Impor justru melonjak 13,02 persen hingga mencapai US$5,19 miliar, menyebabkan defisit perdagangan sebesar US$1,17 miliar.
  • BPS Jatim menyebut lonjakan impor menandakan aktivitas industri tetap berjalan, sementara pelemahan ekspor dipengaruhi permintaan global dan harga komoditas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur (Jatim) pada awal 2026 menunjukkan tekanan, ditandai dengan penurunan ekspor di tengah lonjakan impor yang cukup tinggi.

Sepanjang Januari - Februari 2026, nilai ekspor Jawa Timur tercatat US$4,02 miliar, atau turun 0,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 (year-on-year).

Di sisi lain, nilai impor justru meningkat signifikan. Pada periode yang sama, impor Jawa Timur mencapai US$5,19 miliar, atau naik 13,02 persen dibandingkan Januari - Februari 2025.

Kondisi ini membuat neraca perdagangan Jawa Timur mengalami defisit sebesar US$1,17 miliar dalam dua bulan pertama tahun ini. Defisit terjadi karena nilai impor jauh melampaui ekspor.

Lonjakan impor mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap barang dari luar negeri, baik untuk kebutuhan bahan baku, barang penolong, maupun barang konsumsi. "Hal ini juga mengindikasikan aktivitas industri dalam negeri tetap berjalan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati.

Sebaliknya, pelemahan ekspor diduga dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan global serta dinamika harga komoditas di pasar internasional.

Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi kinerja ekonomi daerah. Di satu sisi, peningkatan impor mendukung aktivitas produksi, namun di sisi lain memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan.

"Ke depan, diperlukan langkah untuk mendorong peningkatan ekspor, khususnya pada sektor unggulan Jawa Timur," pungkasnya.

Editorial Team