Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proses eskavasi situs Pendem yang diduga sisa bangunan candi, Jumat (13/12/2019). IDN Times/ Alfi Ramadana
Proses eskavasi situs Pendem yang diduga sisa bangunan candi, Jumat (13/12/2019). IDN Times/ Alfi Ramadana

Batu, IDN Times - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan mulai menggali situs Pendem, Batu mulai hari ini, Jumat (13/12). Penggalian tersebut dilakukan untuk mengetahui struktur bangunan purbakala yang ditemukan warga sekitar dua pekan lalu.

Saat ini pihak BPCB masih belum bisa memastikan, namun jika melihat adanya Yoni dan Nandi, maka pihak BPCB memperkirakan bangunan tersebut adalah sisa candi purbakala. 

1. Penggalian selama tiga hari

Penggalian situs Pendem dilakukan untuk mengetahui gambaran bentuk bangunan. IDN Times/ Alfi Ramadana

Penggalian sendiri dilakukan selama tiga hari, mulai 12 Desember hingga 14 Desember. Proses eskavasi tersebut diharapkan bisa menyimpulkan struktur bangunan hingga luasan area perkiraan dari total bangunan. Termasuk juga usia dari bangunan purbakala itu sendiri. 

"Kami lakukan selama tiga hari. Jika nantinya memang potensial, maka akan kembali dilanjutkan lagi," ucap Arkelolog BPCB, Wicaksono Dwi Nugroho, Jumat (13/12).

2. Diperkirakan dari masa pra Majapahit

Penggalian situs Pendem dilakukan BPCB dan dibantu masyarakat. IDN Times/ Alfi Ramadana

Sejauh ini, Wicaksono masih belum bisa memastikan mengenai masa bangunan tersebut. Namun demikian, ia memperkirakan bahwa bangunan berasal dari era sebelum Majapahit atau tepatnya masa Kerajaan Singosari.

Hal itu dilihat dari beberapa ciri, terutama dari dimensi bata yang ditemukan. Dimensi bata yang ditemukan dari struktur situs ini lebarnya 25 cm dan panjangnya 35 cm. Ketebalan dari bata juga 9 cm.

"Sementara era Majapahit, panjangnya 33 cm dan lebarnya 18 cm dengan tebal 5-7 cm. Ada perbedaan ketebalan yang merupakan juga perbedaan waktu yang signifikan dan diperkirakan dari abad 11 atu 13," sambungnya. 

3. Sebagai tempat pemujaan

Bangunan purbakala di situs Pendem diperkirakan merupakan tempat pemujaan. IDN Times/ Alfi Ramadana

Lebih lanjut, Wicaksono menuturkan bahwa bangunan purbakala tersebut diperkirakan merupakan candi pemujaan. Hal itu berdasarkan dengan adanya Yoni dan Nandi yang sudah ada di dekat temuan struktur bata kuno. Diperkirakan dahulunya area tersebut merupakan tempat pemujaan. 

"Dari keberadaan Yoni dan arca Nando dalam konsep Hindu merupakan area pemujaan dengan Siwa sebagai sentral pemujaan. Cuma memang luasan areanya yang perlu dicari," sambungnya. 

4. Tunggu hasil eskavasi

Penggalian situs Pendem masih terus dilakukan untuk mengetahui bentuk bangunan. IDN Times/ Alfi Ramadana

Sejauh ini proses penggalian masih berlangsung. Sehingga, dirinya masih menunggu hingga selesai untuk memastikan proses pelestarian yang akan dilakukan. 

"Tentu kami akan melihat dulu bangunanya seperti apa. Lalu nanti kami koordinasikan dengan desa dan tentunya pemilik tanah untuk proses pelestarianya," tandas Wicaksono.

Editorial Team