Surabaya, IDN Times - Ekonomi Jawa Timur mengalami pertumbuhan hingga 5,84 persen pada triwulan I 2026. Di tengah pertumbuhan itu, masyarakat tetap perlu bijak untuk mengelola kekayaan agar tetap sehat dan terhindar dari risiko.
Group Head Deposit & Wealth Managemen Permata Bank, Verawaty mengatakan, berdasarkan pengalamannya di perbankan, melihat kondisi geopolitik dan ekonomi saat ini, nasabahnya cukup memiliki ketangguhan. Nasabah telah bijak mengelola kekayaan untuk antisipasi terhadap kondisi yang ada.
"Perkembangan ekonomi dan geopolitik ini kemudian bisa menjadi semacam bahan pembelajaran untuk nasabah-nasabah ini mengambil langkah antisipasi, kemudian langkah persiapan untuk melakukan investasi," ujarnya.
Upaya yang dilakukan salah satunya adalah diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi penting dilakukan untuk mengurangi resiko bila salah satu instrumen mengalami kerugian.
"Bagaimana kemudian diversifikasi juga cukup banyak dilakukan oleh nasabah terhadap aset-aset kelas investasi," jelasnya.
Dalam mengajak masyarakat bijak mengelolah kekayaan, Permata Bank menggelar Wealth Wisdom 2026. Wealth Wisdom mengajak masyarakat untuk melek cara mengelolah kekayaan agar tetap sehat, memiliki tujuan yang jelas, mengelola risiko, dan mempersiapkan masa depan. Bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari tujuan hidup, kesehatan, hubungan dengan orang-orang terdekat, kontribusi, serta berbagai pengalaman dan momen yang memberikan makna.
Direktur Consumer dan Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga mengatakan, Surabaya merupakan kota dengan dinamika perdagangan, bisnis, jasa, dan industri yang terus berkembang.
"Melalui Wealth Wisdom, kami ingin mengajak nasabah melihat kekayaan dari perspektif vang lebih utuh bukan hanya dari bagaimana aset dapat bertumbuh, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat mendukung kualitas hidup, keluarga, berbagai fase kehidupan, serta tujuan yang ingin dicapai di masa depan," kata Eddie.
