Surabaya, IDN Times - Polisi masih menyelidiki dugaan dihapusnya rekaman CCTV di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan saat tragedi kerusuhan, Sabtu (1/10/2022). Sejumlah pihak dimintai keterangan untuk menelusuri potongan rekamanan yang hilang itu.
"Dari rapat bersama TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta) semua masih didalami, nanti ada ahli yang sampaikan termasuk pihak ketiga yang pasang CCTV di Stadion Kanjuruhan," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat di Mapolda Jatim, Kamis (20/10/2022).
Jenderal dua bintang ini menyampaikan, rekomendasi untuk melibatkan ahli IT ialah dari anggota TGIPF, Armed Wijaya. "Kesepakatan rapat hari ini gitu. Arahan dari Pak Armed untuk minta keterangan saksi ahli IT dan dari pihak yang pasang CCTV," kata Dedi.
Armed sendiri mengatakan bahwa terhapusnya rekaman itu diduga karena permasalahan koneksi internet. Mereka pun meminta agar polisi memberikan keterangan tertulisnya. "Saat dicek kok ada yang hilang. Ini yang kami pertanyakan. Untuk tindak lanjutnya seperti apa, nanti dari TGIPF," imbuhnya.
Terkait dugaan rekaman CCTV yang terhapus, Dedi tidak mau membeberkan lebih rinci. Nantinya akan disampaikan langsung oleh ahli yang berkompeten. "Ahli yang sampaikan secara kompeten biar sampaikan," tegas dia.
Sebelumnya, TGIPF menemukan kejanggalan pada CCTV yang merekam sudut-sudut tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Rekaman CCTV di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan tiba-tiba hilang, diduga dihapus selama 3 jam lebih.
