Surabaya, IDN Times - Dua orang Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Surabaya menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena sakit. Dua jemaah tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) 6 dan 13.
Plt Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, As'adul Anam mengatakan, kedua jemaah tersebut kini sedang menjalani perawatan. Satu di antaranya, dirawat di RS Haji Surabaya, sementara satu lainnya tidak berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
"Jadi kita belum tahu juga sakitnya apa yang di Rumah Sakit Haji, dan yang tertinggal juga sakitnya apa kita belum tahu itu," ujarnya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (25/4/2026).
Pihaknya belum bisa memastikan kapan keduanya akan terbang ke Tanah Suci. Hal ini menunggu kesembuhan mereka dan izin kelayakan dari dokter.
"Jadi kita enggak bisa untuk memastikan ya untuk keberangkatan itu karena kita harus mendapatkan izin kelayakan terbang dari dokter. Oleh karena itulah maka mohon dengan sangat untuk kemudian dipahami," jelasnya.
Sementara untuk pergantian jemaah yang terbang, berdasarkan aturan yang ada kini sudah tidak bisa dilakukan dalam waktu H-1 hari. Pergantian hanya bisa dilakukan lebih dari H-1.
"Jadi kalau ada laporan H - 1 maka kita bisa proses tapi kalau lebih atau kurang dari H - 1 maka tidak bisa kita lakukan sebagaimana kesepakatan yang kita sepakati bersama," terang dia.
As'adul juga menyebut, hingga Sabtu (25/4/2026) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 4.940 orang jemaah. Mereka tergabung dalam kloter 1 sampai 13.
"Alhamdulillah memasuki hari kelima. Ini sudah ada 13 kloter yang diberangkatkan, InsyaAllah sebentar lagi dari kloter 14. Sehingga yang sudah keluar dari asrama haji itu sejumlah 4.940 jemaah," pungkas dia.
