Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_3092.jpeg
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati,

Intinya sih...

  • Dispendik Surabaya mempersiapkan siswa SD-SMP untuk TKA tahun 2026

  • Siswa diharapkan memahami karakter soal TKA yang menuntut kemampuan literasi, pemahaman bacaan, dan penalaran

  • Dispendik telah menggelar tryout TKA, menyiapkan paket soal latihan, dan memastikan kesiapan teknis serta sarana pendukung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times- Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya kini tengah mempersiapkan siswa SD-SMP untuk mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Salah satu fokus utama Dispendik adalah siswa memahami karakter soal.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan persiapan TKA telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Dengan sisa waktu sekitar dua bulan, ia menegaskan seluruh tahapan telah disiapkan secara berkelanjutan. "Insyaallah teman-teman Dinas Pendidikan sudah menyiapkan semua persiapannya," ujar Febri, Rabu (11/2/2026).

Febri menyebut, jika sebelumnya siswa lebih banyak menghadapi soal berbasis hafalan, kini TKA menuntut kemampuan literasi, pemahaman bacaan, serta penalaran. Untuk itu, ia memastikan siswa paham karakter soal TKA yang berbeda dengan pola evaluasi sebelumnya. "Kalau sebelumnya itu hafalan-hafalan, ternyata isinya (sekarang) adalah soal cerita, bagaimana anak itu bisa membaca, mencerna, menulis, merumuskan, baru menghasilkan," paparnya.

Untuk mengantisipasi perbedaan tersebut, Dispendik Surabaya telah menggelar sejumlah tryout TKA dan menyiapkan berbagai paket soal latihan. Paket-paket tersebut terintegrasi dalam sistem pembelajaran sehingga dapat diakses siswa secara bertahap.

"Jadi kita sudah melakukan beberapa kali try out untuk mengenalkan dulu ke anak-anak. Beberapa kali paket soal juga sudah kita siapkan. Bahkan sampai dengan hari ini anak-anak bisa coba di dalam sistem kita," ungkap Febri.

Ia menuturkan bahwa sistem latihan dibuat berkesinambungan agar siswa terbiasa dengan pola soal TKA. "Jadi sistemik begitu. Soal-soal silakan (dicoba), kalau paket ini sudah habis, paket berikutnya dan seterusnya. Itu lebih kepada untuk melatih anak-anak kita untuk materi TKA," jelasnya

Selain kesiapan siswa, pihaknya juga memastikan tidak ada gangguan teknis selama pelaksanaan TKA. Mengingat TKA berbasis komputer, pengecekan sarana dilakukan secara menyeluruh di seluruh sekolah. "Yang kedua sarana tentunya. Sarana itu semuanya kan sudah berbasis dengan computerized. Jadi di sekolah-sekolah kita juga sudah lakukan cek bagaimana sarananya, komputernya tersedia berapa dan seterusnya," katanya.

Selain itu, pengecekan juga mencakup kualitas jaringan internet dan kapasitas bandwidth untuk menghindari kendala saat pelaksanaan ujian. "Terus kita juga lihat jaringannya, sampai kita cek betul-betul ini bandwith berapa disini dan seterusnya agar nanti pada saat proses itu tidak ada down dan seterusnya," tuturnya.

Tak hanya jaringan internet, Dispendik Surabaya juga turut berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik selama TKA berlangsung aman. "Kita juga sudah sempat minta dengan PLN tentunya, itu kan jaringan listrik, segala macam. Jangan sampai dalam posisi teman-teman nanti menghadapi TKA itu ada down juga di listrik dan seterusnya," kata Febri.

Bahkan, Febri menegaskan supervisi dilakukan satu per satu ke sekolah untuk memastikan seluruh kebutuhan tercukupi. Jika ditemukan kekurangan, Dispendik akan memfasilitasi solusi melalui komunikasi intensif dengan pihak sekolah.

"Itu kami lakukan satu persatu, supervisi kita cek benar-benar kita catat. Kalaupun ternyata ada yang belum tercukupi jumlah nya, kita coba fasilitasi dengan cara-cara yang bisa terkomunikasi dengan para sekolah," jelasnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih tersedia waktu yang cukup untuk menyesuaikan jumlah peserta dengan ketersediaan sarana. "Yang pasti secara jumlah siswa yang harus atau yang sudah komit untuk mengikuti TKA, dengan jumlah sarana yang memang sudah cukup atau masih belum ini masih cukup waktu kita mengkomunikasikan," imbuhnya.

Adapun jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMP akan berlangsung pada 6-16 April 2026. Sementara itu, pelaksanaan TKA jenjang SD dijadwalkan pada 20-30 April 2026.

Febri pun memastikan seluruh persiapan akan dirampungkan sebelum hari pelaksanaan untuk menjamin TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis. "Insyaallah sampai dengan hari pelaksanaan nanti, kita sudah ready (siap) untuk sarana-prasarana sama segala jaringannya," pungkasnya.

Editorial Team