Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. IDN Times/ilustrasi
Ilustrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. IDN Times/ilustrasi

Intinya sih...

  • Pihak SPPG mengaku mendapat tekanan dari mitra untuk mendistribusikan telur mentah.

  • Mereka meminta maaf kepada wali murid atas peristiwa tersebut dan telah melaporkan kejadian ini.

  • Nasib mitra dan kelanjutan SPPG Plosokerep 1 berada di tangan pemerintah pusat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Blitar, IDN Times - Siswa SMK Negeri 1 Kota Blitar menerima paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa telur mentah. Sesuai aturan pemberian, menu MBG seharusnya dalam kondisi matang dan siap santap. Pihak SPPG selaku pengirim menu ini mengakui ada tekanan dari mitra yang memaksa mendistribusikan paket telur mentah tersebut. Mereka meminta maaf kepada wali murid atas peristiwa tersebut.

1. Pihak SPPG mengaku mendapat tekanan dari mitra untuk mendistribusikan telur mentah

Paket MBG di Kota Blitar yang berisi telur mentah. IDN Time/istimewa

Koordinator Wilayah SPPI Kota Blitar, Imam Samsudin, menyebut bahwa MBG yang diterima oleh siswa SMK Negeri 1 Kota Blitar adalah produksi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plosokerep 1. Imam pun membenarkan bahwa distribusi telur mentah untuk enam hari tersebut dilakukan pada Senin (29/12/2025) kemarin atas tekanan pihak mitra. Namun, ia tak menjelasan secara detail mitra mana yang dimaksud.

Kepala SPPG sebenarnya telah berupaya keras menolak distribusi tersebut karena tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, pihak mitra tetap bersikukuh dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal. “Pihak mitra tetap bersikukuh mendistribusikan telur mentah dan rapel 6 hari dengan alasan telur bisa disimpan di freezer. Karena tekanan dari mitra itulah, Kepala SPPG akhirnya tak berdaya," ujarnya, Rabu (31/12/2025).

2. Meminta maaf kepada wali murid atas peristiwa ini

Paket MBG di Kota Blitar yang berisi telur mentah. IDN Time/istimewa

Imam menegaskan pihaknya tidak melakukan pembiaran dalam kasus ini. Mereka telah menuliskan peristiwa ini dalam Laporan Khusus (Lapsus) dan dilaporkan ke Kepala Regional (Kareg) Jawa Timur serta Badan Gizi Nasional (BGN). Atas kekacauan yang terjadi di lapangan, Imam menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh wali murid SMKN 1 Blitar.

“Kami atas nama Korwil memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada penerima manfaat atas kejadian yang kurang mengenakkan ini. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman di lapangan ketika menghadapi perbedaan pendapat dengan mitra,” tambahnya.

3. Nasib mitra akan ditentukan Korwil dan BGN

Ilustrasi aktivitas salah satu SPPG di Kota Blitar. IDN Times/istimewa

Saat ini, nasib mitra dan kelanjutan SPPG Plosokerep 1 berada di tangan pemerintah pusat. Pihak Korwil kini tengah menunggu instruksi lebih lanjut terkait sanksi atau tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba bermain-main dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini. Imam meyakini bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi total agar komitmen Presiden memberikan yang terbaik bagi rakyat tidak dicederai oleh kepentingan mitra yang hanya ingin mencari "cara gampang" dalam distribusi.

“Kami tetap berkomitmen menjalankan amanah ini sesuai juknis. Kami mohon dukungan masyarakat agar tetap bisa memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team