Surabaya, IDN Times - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai, mewajibkan seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jatim menyelenggarakan minimal tiga kegiatan penguatan karakter selama bulan Ramadan melalui Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah.
Tiga kegiatan itu, lanjut Aries, mencerminkan empat pilar utama. Yakni penguatan spiritualitas, peningkatan produktivitas, kepedulian sosial, dan inovasi. “Ramadhan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” ujarnya.
Bentuk kegiatan meliputi pesantren kilat tematik, proyek mini berbasis karya, gerakan sedekah dan bakti sosial, lomba konten edukatif, gerakan Ramadan tanpa sampah plastik, serta program Guru Asuh bagi murid rentan.
Aries juga menekankan pentingnya kegiatan spiritual seperti tadarus Alquran hingga khatam di kelas, zikir bersama sebelum dan sesudah KBM, serta salat berjamaah yang diisi kultum bergiliran oleh siswa dan guru.
Menurut Aries, gerakan ini sekaligus menjadi upaya preventif untuk menekan potensi tawuran pelajar selama bulan puasa. “Mudah-mudahan dengan gerakan ini, spiritualitas para siswa dan akademiknya bisa berjalan beriringan dan berkualitas,” katanya.
Seluruh sekolah diwajibkan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan melalui Cabang Dinas masing-masing, memuat jenis kegiatan, jumlah peserta, dokumentasi, serta dampak yang dihasilkan. Dindik Jatim akan mempublikasikan inovasi terbaik sebagai praktik baik di tingkat provinsi.
Aries menegaskan, seluruh kegiatan harus dilaksanakan tanpa mengganggu proses pembelajaran inti, tetap menjaga kedisiplinan, serta melibatkan komite sekolah dan orang tua secara proporsional.
“Bulan Ramadhan bukan alasan untuk melambat, tetapi momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” tegasnya.
