Surabaya, IDN Times - Di tengah eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu kekhawatiran global, kabar dari Tanah Suci membawa sedikit kelegaan bagi keluarga jemaah umrah asal Surabaya. Seorang perempuan yang berangkat dari Bandara Internasional Juanda menuju Jeddah pada Sabtu (28/2/2026), bertepatan dengan kabar serangan pertama Amerika–Israel ke Iran, dilaporkan dalam kondisi aman.
Perempuan tersebut tetap melanjutkan perjalanan ibadahnya sesuai jadwal bersama rombongan umrah. Meski situasi geopolitik memanas dan sejumlah penerbangan mengalami penyesuaian, aktivitas ibadah di Madinah dilaporkan berjalan normal.
Kabar terkini disampaikan melalui menantunya, Dida Tenola, yang berdomisili di Surabaya. Dida mengatakan, hingga Senin (2/3/2026), sang ibu mertua berada dalam kondisi baik dan tetap fokus menjalankan rangkaian ibadah.
“Alhamdulillah aman-aman aja sih. Ibu kirim foto video suasana jelang buka dan tarawih di Nabawi ke grup keluarga, ya normal. Fokus ibadah, kita yang di Surabaya juga gak tanya macem-macem, yang penting nyemangatin ibu biar lancar umrohnya. Bismillah diberi kemudahan Allah,” ujar Dida, kepada IDN Times.
Menurutnya, keluarga memilih untuk tidak membahas situasi konflik secara detail agar tidak menambah kekhawatiran. Komunikasi dilakukan secukupnya melalui pesan singkat dan grup keluarga, terutama untuk memastikan kondisi kesehatan dan keamanan.
Dari dokumentasi yang dikirim, suasana di sekitar Masjid Nabawi terlihat kondusif dengan jemaah yang tetap menjalankan salat berjamaah dan ibadah tarawih seperti biasa. Aktivitas jelang berbuka puasa pun berlangsung tertib.
Kendati demikian, keluarga tetap memantau perkembangan situasi internasional melalui pemberitaan dan informasi resmi pemerintah. Mereka berharap kondisi segera stabil agar seluruh jemaah umrah, termasuk warga Jatim yang tengah berada di Arab Saudi, dapat menyelesaikan ibadah dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
"Yang penting ibu sehat, ibadahnya lancar. Kita serahkan semuanya sama Allah,” pungkas Dida.
