Surabaya, IDN Times - Menjelang Magrib, suasana di depan gerbang Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, tampak berbeda dari hari biasanya. Deretan warga dan mahasiswa mengular rapi, sebagian menggenggam kupon, sebagian lain menunggu dengan sabar sambil berbincang ringan. Aroma lauk hangat bercampur angin sore yang berembus pelan, menghadirkan suasana khas Ramadan yang akrab dan menenangkan.
Di atas meja-meja panjang, ratusan piring dan paket makanan tertata rapi. Nasi, lauk pauk, sayur, buah, serta takjil tersusun dalam kemasan siap saji. Para relawan dengan rompi biru hilir mudik membagikan paket berbuka, memastikan setiap orang mendapat bagian. Senyum dan sapaan sederhana menjadi pengikat suasana sore itu.
Di sudut lain, sejumlah mahasiswa tampak sigap mengambil porsi dari wadah besar. Ada yang menuangkan lauk, ada pula yang merapikan kemasan. Aktivitas berlangsung cepat, tetapi tetap teratur. Ketika waktu berbuka semakin dekat, suasana kian hangat. Tawa anak-anak yang terhibur aksi pantomim dari Pantomime Education Center (PEC) Unesa terdengar riang. Tak jauh dari sana, alunan Swara Anggita Choir mengisi jeda menunggu azan, membuat sore terasa lebih hidup.
Rucita, salah satu warga yang hadir, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pembagian takjil itu tertata rapi dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. “Terasa sekali kebersamaannya. Semoga bisa terus ada setiap tahun,” ujarnya.
Bagi mahasiswa perantauan, kegiatan ini memiliki arti tersendiri. Indi Wilda Sita Ramadani mengaku bersyukur atas adanya takjil gratis yang disediakan kampus. Menurutnya, bantuan sederhana itu cukup membantu mengatur pengeluaran selama Ramadhan.
“Setidaknya bisa sedikit menghemat uang bulanan,” katanya. Hal senada disampaikan Dian Safitri yang melihat momen berbuka bersama sebagai kesempatan mempererat silaturahmi antarmahasiswa.
Di balik suasana hangat tersebut, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan program secara matang. Selama 21 Februari hingga 14 Maret 2025, kampus menyediakan 2.000 paket makanan berbuka setiap hari, lengkap dengan 500 porsi cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penerima. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, seiring tingginya antusiasme mahasiswa dan warga.
Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Prof Bachtiar Syaiful Bachri, menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud kepedulian kampus dalam menyambut dan memuliakan bulan suci Ramadan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Unesa dalam menyambut dan memuliakan datangnya Bulan Suci Ramadhan. Kebahagiaan dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini ingin dibagikan kepada masyarakat umum, khususnya warga di sekitar kampus. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengakrabkan kampus dengan masyarakat sekitar,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghadirkan kegembiraan dan memperkuat hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat. Demi menjaga kelancaran, aparat kepolisian turut melakukan pengamanan di sekitar gerbang kampus. Arus lalu lintas tetap terkendali, sementara antrean pembagian berlangsung tertib hingga waktu berbuka tiba.
