Surabaya, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat sebanyak 50 jemaah haji wafat di Arab Saudi hingga Jumat (13/6/2025). Mayoritas meninggal sebelum puncak haji atau Arafah Musdalifah dan Mina (Aramuzna).
"(Jemaah haji meninggal paling banyak) sebelum (puncak haji), tanggal 8 Dzulhijah, tanggal 5 (Juni 2025) masuk ke Arafah," ujar Pelaksana harian (Plh) Sekertaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo.
Sugiyo menyebut, 50 jemaah haji yang meninggal tersebut kebanyakan karena sakit. Ada yang karena diabetes, jantung hingga sesak nafas.
"(Penyebab meninggal) ini belum sempat dianalisis, tapi dari laporan itu karena diabetes, jantung, sesak nafas, itu yang paling banyak menyebabkan kematian di musim haji saat ini," ungkap dia.
Selain di Arab Saudi, PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat ada empat jemaah haji yang meninggal di Surabaya. Empat jemaah tersebut meninggal karena sakit.
Sugiyo memastikan, bagi jemaah haji yang meninggal sebelum puncak haji, maka jemaah tersebut akan dibatalkan. Pemerintah telah menyiapkan badal bagi jemaah yang meninggal di Tanah Suci.
"Jadi jemaah yang meninggal di Saudi Arabia sebelum Aramuzna, otomatiskan belum haji, yang belum wuquf di Arafah itu beljm haji. Maka itu dibadalkan, pemerintah sudah menyiapkan badal jemaah haji yang meninggal di sana,"
Hingga, Jumat (13/6/2025), empat kelompok terbang (kloter) Debarkasi Surabaya telah tiba di Tanah Air. Total jemaah yang telah tiba di Tanah Air adalah 1.512 orang dari total 36.815 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.