Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dandim Bantah Video Bagi Fee Pembangunan KDMP di Kediri yang Viral
Capture video dugaan pemberian fee pembangunan KDMP di Kediri. IDN Times/istimewa

Kediri, IDN Times - Sebuah video pemberian fee pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) viral di media sosial. Dalam video tersebut terekam percakapan pemberian fee dari seorang wanita berseragam PNS kepada pria berseragam TNI. Nominal fee yang diberikan mencapai Rp70 juta. Perempuan berbaju ASN ini menyebut pemberian fee sebagai bentuk terima kasih karena mendapat proyek pembangunan KDMP di wilayah Kediri.

1. Sebut isi pembicaraan dalam video hoaks

Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri, Letkol Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah. IDN Times/istimewa

Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri, Letkol Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah menyatakan kalau video tersebut hoaks. Pihaknya membantah narasi adanya praktik jual beli titik proyek dan aliran dana kepada pejabat TNI terkait program Kelompok Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kediri Raya yang terekam dalam video ini.

"Kami menyatakan dengan tegas bahwa seluruh isi dan tuduhan dalam video tersebut adalah hoaks atau tidak benar. Tidak ada jual beli titik KDKMP," ujarnya, Rabu (20/5/2026).

2. Tegaskan pembangunan KDMP sesuai dengan regulasi

Capture video dugaan pemberian fee pembangunan KDMP di Kediri. IDN Times/istimewa

​Letkol Dhavid menjelaskan, narasi dalam video yang viral diduga sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa KDKMP bukanlah sebuah proyek komersial untuk mencari keuntungan, melainkan program strategis dari Presiden RI yang diatur dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2025.

"​Berdasarkan aturan tersebut, mekanisme pelaksanaan KDKMP sudah sangat jelas dan transparan. ​Pemerintah Daerah bertugas menyiapkan dan menyediakan lahan. ​Kodim TNI bertugas membangun fisik di lapangan dengan sistem padat karya. Sedangkan ​Agrinas bertindak sebagai penyedia anggaran, di bawah penanggung jawab Wakil Panglima TNI." terangnya.

3. Lakukan penyelidikan dan akan membawa ke ranah hukum

Ilustrasi uang. IDN Times/ istimewa

Pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum dalam video, yang dinilai telah menyudutkan anggotanya di lapangan. Mereka akan mendalami video tersebut dan mencari pelaku penyebar informasi palsu itu. Dhavid pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Kita melaporkan bahwa video itu tidak benar, bahwa video-video itu hoax. Utamanya untuk langkah hukum bagi pembuat video. Ya, langkah hukum saya nyatakan, saya minta untuk akan tindak tegas," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team