Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Jatim 3 Hari Ini Lagi Mood Swing: Siang Panas Sore Potensi Hujan
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • BMKG Juanda memperingatkan potensi hujan disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah Jawa Timur selama tiga hari ke depan akibat kondisi pancaroba.
  • Cuaca ekstrem diprediksi memuncak pada Rabu, 29 April 2026, dengan hampir seluruh daerah Jatim berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat termasuk Surabaya dan wilayah Mataraman.
  • Masyarakat diimbau waspada perubahan cuaca mendadak, menghemat air jelang kemarau, menjaga kesehatan tubuh, serta rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Cuaca di Jawa Timur (Jatim) dalam beberapa hari ke depan diprediksi tidak bersahabat. BMKG Kelas I Juanda mengingatkan potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang bisa datang tiba-tiba di tengah cuaca terik, terutama dalam masa pancaroba saat ini.

Prakirawan BMKG Juanda, Rendi Irawadi, mengatakan kondisi cuaca ekstrem ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama karena pola hujan cenderung singkat namun intens.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Timur dalam tiga hari ke depan,” ujarnya tertulis kepada IDN Times, Senin (27/4/2026).

Pada Senin (27/4/2026), hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Lumajang, Malang, Pasuruan, hingga Tuban. Sementara hujan disertai petir diperkirakan melanda wilayah seperti Sidoarjo, Pamekasan, hingga Kota Probolinggo.

Kondisi serupa berlanjut pada Selasa (28/4/2026), dengan wilayah rawan hujan lebat meliputi Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, hingga Ngawi. Adapun potensi petir diprediksi terjadi di kawasan Madura seperti Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Puncak kewaspadaan diperkirakan terjadi pada Rabu (29/4/2026), di mana hampir seluruh wilayah Jatim berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat, termasuk Kota Surabaya, Gresik, Lamongan, hingga wilayah Mataraman seperti Kediri dan Trenggalek.

Fenomena ini disebut sebagai “cuaca tipu-tipu” khas pancaroba. Siang panas terik, sore hingga malam tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara mendadak.

Selain itu, warga juga diminta mulai mengantisipasi musim kemarau dengan menghemat penggunaan air dan menyimpan cadangan air dari hujan yang masih turun saat ini.

Di sisi kesehatan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum air guna mencegah dehidrasi, serta menggunakan masker saat kondisi berdebu dan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG juga meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG, media sosial, hingga layanan call center 196 guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Editorial Team